Motif Politik di Balik Al Qiyadah
Senin, 29 Okt 2007 17:41 WIB
Jakarta - Berbagai motif melatarbelakangi munculnya aliran Al Qiyadah Al Islamiyah. Salah satunya adalah motif politik."Saya mendengar informasi, katanya ini selalu menjelang pemilu," kata Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2007).Din mengaku tidak pernah menduga ada motif politik di balik Al Qiyadah. Tapi tidak menutup kemungkinan ada hal-hal semacam itu."Mungkin saja setiap pemilu muncul lagi, muncul lagi," ujarnya.Din menjelaskan, ada 2 motif lain terkait Al Qiyadah. Pertama adalah makin bebasnya orang di Indonesia untuk mengekspresikan ideologinya. Semua ingin bebas, termasuk bebas menciptakan ajaran agama.Kedua, orang-orang yang oportunis. "Ini sering dimanfaatkan orang belajar Islam, tapi tidak mantap. Lalu menyebut dirinya ustad. Ada orang tampil seperti itu, sayangnya selalu saja ada penganutnya dan pendukungnya," imbuhnya.Din mengajak orang-orang yang tersesat dan disesatkan oleh ajaran Al Qiyadah kembali ke jalan yang benar. Agama bukanlah hal yang pantas dibuat mainan."Ini adalah sikap yang akan dipertanggungjawabkan secara ukhrowi (akherat). Maka saya mengimbau, kembalilah ke pangkuan Islam," ajaknya.
(mly/sss)











































