Pendiri Al Qiyadah Sering Nongkrong, Tapi Jarang Bergaul

Pendiri Al Qiyadah Sering Nongkrong, Tapi Jarang Bergaul

- detikNews
Senin, 29 Okt 2007 17:37 WIB
Jakarta - Pendiri Al Qiyadah Al Islamiyah Ahmad Moshaddeq alias H Salam atau Pak Haji diketahui suka nongkrong di warung kopi. Tapi Pak Haji dikenal jarang berkomunikasi dengan warga.Hal tersebut diungkapkan beberapa warga di Jl Haji Kahfi, Jagakarsa, Jakarta Selatan kepada detikcom, Senin (29/10/2007). Markas Al Qiyadah di Jakarta terletak di jalan itu."Dia baik, tapi jarang bergaul. Juga sering nongkrong di depan rumahnya, di sebuah warung kopi. Tapi nggak pernah main catur. Padahal yang nongkrong sering main catur," kata Onim (49) salah satu warga.Pak Haji, lanjut Onim, biasanya cuma lihat-lihat saja, tidak pernah bertukar cerita layaknya orang-orang yang nongkrong di warung kopi."Saya sesekali diajak ikut pengajian, tapi nggak mau," imbuhnya.Tiap Jumat, imbuhnya, setelah pengajian di markas Al Qiyadah itu, sekitar 4-5 mobil beriring-iringan pergi ke Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Tiap Jumat pula halaman rumah itu penuh, disesaki sekitar 40 sepeda motor."Berangkat ke Cisarua, pulang-pulang hari Minggu. Santrinya banyak yang ngopi di warung itu," ujar Onim menunjuk sebuah warung kopi di depan markas Al Qiyadah.Beda lagi dengan penuturan ibu paruh baya yang enggan disebut namanya. Ibu yang rumahnya persis di sebelah markas Al Qiyadah itu mengatakan kalau jamaah itu tidak pernah menunaikan salat Jumat, hanya berkumpul mengadakan pengajian."Biasanya dari pukul 11.00 WIB mereka ngumpul. Kemudian ada orang ceramah. Saya baru tahu syahadatnya kayak gitu juga karena di televisi," cerita ibu itu.Pak Haji ini, lanjutnya, sudah lama tingal di daerah ini. Meski warga setempat sering diajak ikut pengajian, tapi tak ada warga yang menyambut ajakannya."Orang salat aja nggak pernah, kok mau ngasih pengajian," tukasnya. (nwk/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads