Banjir Tak Mungkin Tinggalkan DKI

Banjir Tak Mungkin Tinggalkan DKI

- detikNews
Senin, 29 Okt 2007 17:24 WIB
Jakarta - Jakarta sudah mulai diguyur hujan. Banjir pun mengintai. Posisi Jakarta yang lebih rendah 1-1,5 meter dari atas permukaan laut membuat banjir sulit meninggalkan Jakarta.Soal topografi itu hanya satu persoalan, karena masih ada lagi masalah seperti kondisi lingkungan yang parah sehingga membuat banjir selalu menyapa Jakarta di musim hujan."Banjir di Jakarta tidak bisa dihilangkan. Itu kondisi riil yang harus dihadapi," ujar pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, dalam diskusi Jakarta Banjir Lagi di Mario's Place, Menteng, Jakarta, Senin (29/10/2007).Dengan persoalan yang sudah mendarah daging seperti itu, Yayat memastikan solusi teknis tidak akan membantu menyelesaikan persoalan banjir Jakarta."Yang bisa dilakukan hanya upaya mengurangi kerugian, baik jiwa maupun materi. Yang lain-lain kita tidak bisa melakukannya. Saya pesimis, tapi itu fakta yang dihadapi," cetusnya.Jakarta, lanjut dia, sudah dilanda banjir sejak 1621 dan tidak ada perubahan hingga 2007 ini. Ini merupakan fenomena sejarah yang menunjukkan secara de facto kondisi topografis hidrologis, Jakarta sulit lepas dari banjir. "Jadi solusi struktural seperti drainase hanya mengurangi, tidak menyelesaikan," katanya.Dengan curah hujan hanya 50-100 mm per hari saja, tanpa kiriman dari Bogor, Jakarta sudah pasti banjir dalam skala kecil. Banjir besar yang terjadi pada Februari lalu, imbuh dia, karena curah hujan mencapai 401,5 mm per hari atau meningkat 4-8 kali. Kondisi ini jelas menunjukkan kondisi Jakarta yang rendah. Selain itu kondisi tanah di Jakarta yang didominasi tekstur liat berdebu hingga lempeng berdebu yang memiliki kemampuan serap air rendah, otomatis akan membuat air menggenang. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads