Nama 4 Korban Alquran Suci Mirip
Senin, 29 Okt 2007 17:16 WIB
Bandung - Dwi Aryani bukanlah korban pertama yang hilang, diduga ikut aliran Alquran Suci. Sebelumnya, Yulvie Achriyani dan Fitriyanti pun dinyatakan hilang oleh keluarganya. Bahkan sebelum Dwi Aryani, Tim Investigasi Aliran Sesat (TIAS) FUUI sempat menerima laporan kehilangan Ria Riyani (22), karyawati PT Kahatex asal Majalengka. Jika ditilik, nama keempatnya hampir mirip. Namun TIAS FUUI menduga itu hanya kebetulan semata. Sebab yang menjadi target kelompok Alquran Suci ini adalah cerdas dan aktif. "Ah saya kira hanya kebetulan saja nama mereka mirip. Tipologi kelompok ini tetap sama yaitu aktif dan cerdas. Karena bagaimanpun mereka membutuhkan kader yang bisa mencari kader lain. Hal ini tentunya membutuhkan orang yang cerdas dan aktif," ujar Koodinator TIAS FUUI saat ditemui di kediamannya, Jalan Negla Bandung, Senin (29/10/2007). Saat detikcom berkunjung ke kediaman Hedi, ternyata juga hadir keluarga dari Ria Riyani (22) yaitu ayahnya Dana (50) dan kakak kandungnya, Budiana (28). Menurut Budiana, adiknya tersebut memang cukup cerdas dan pendiam. "Dia tidak pernah cerita kalau ikut pengajian apa atau di mana," ujar Budi yang rumah kontrakannya tidak jauh dari kos Ria di daerah Cikijing, Rancaekek, Kab Bandung. Sama dengan Dwi Aryani, Ria menghilang dari kosannya sebelum lebaran, yaitu tepatnya tanggal 9 Oktober 2007. "Ria pergi sama sekali tanpa meninggalkan jejak. Bahkan dia tidak membawa apa-apa. Dompet dan uangnya pun dia tinggal. Baju di lemarinya pun masih lengkap," tutur Budi. Menurut Hedi, pihaknya kini telah mengantongi nama sembilan korban yang diduga ikut kelompok aliran Suci, termasuk Yulvie, Fitriyanti, Dwi Aryani, dan Ria Riyani. Sementara lima korban lainnya, kata Hedi, satu korban meminta identitasnya disembunyikan. "Empat korban lainnya adalah teman-temannya Ria yang dia sebut dalam buku hariannya. Semuanya perempuan," tuturnya.
(ern/nrl)











































