Polisi Jangan Berdiam Diri, Usut Alquran Suci!

Polisi Jangan Berdiam Diri, Usut Alquran Suci!

- detikNews
Senin, 29 Okt 2007 16:51 WIB
Bandung - Sedikit demi sedikit bukti keberadaan kelompok pengajian Alquran Suci makin terkuak. Sudah tidak ada alasan lagi pihak kepolisian untuk berdiam diri. Aparat didesak untuk segera menemukan para korban serta menyelidiki kelompok yang dinilai telah melakukan penodaan terhadap agama Islam. "Alangkah tidak bijaksananya polisi jika mereka masih memangku tangan. Lihat, sudah banyak kasus kehilangan anggota keluarga yang diyakini ikut pengajian kelompok Alquran Suci. Kami minta polisi jangan berdiam diri," tuntut Koordinator Tim TIAS FUUI Hedi Muhammad saat ditemui di kediamannya Jalan Negla, Bandung, Senin (29/10/2007). Menurutnya, untuk kasus ini sebaiknya polisi jangan hanya melihat kasus kehilangan saja, namun harus melihat kasus ini merupakan kasus penodaan terhadap agama. "Dalam KUHAP jelas ada delik mengenai penodaan terhadap agama. Jangan sampai polisi kena delik ini karena terus membiarkan penodaan terhadap agama," tandasnya. Hedi mengatakan keluarga korban yang datang ke FUUI semua mengeluhkan sikap aparat yang dinilai lamban menindaklanjuti laporan mereka. "Menurut pengakuan keluarga korban, polisi tidak menanggapi serius laporan mereka. Belum ada satu kasus yang ditangani serius," ujarnya. Misalnya Budiana. Kakak kandung Ria Riyani (22), karyawan PT Kahatex yang dinyatakan hilang sejak 9 Oktober 2007, mengaku telah dua kali mendatangi Polsek Rancaekek untuk melaporkan hilangnya Ria. Namun tidak mendapatkan respon positif. "Mereka malah bilang, ah itu mah biasa. Mungkin lari dengan pacarnya. Nanti juga pulang sendiri. Terus terang kami sekeluarga sangat sedih karena hingga saat ini belum mendapatkan kabar dari Ria," tuturnya. Hal senada juga diungkapkan Ahmad Rohani, kawan dekat Dwi Aryani, yang hilang sejak 12 Oktober 2007. Menurut Ahmad, dirinya mewakili keluarga Dwi Aryani di Jogya telah melaporkan ke Polsek Regol Bandung, namun tidak ditanggapi serius. (ern/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads