Tanpa Ki Gendeng, Sidang Syaukani Tetap Berbau Kemenyan
Senin, 29 Okt 2007 13:48 WIB
Jakarta - Paranormal Ki Gendeng Pamungkas menyatakan tak lagi mendukung Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Syaukani HR sehingga tak pernah nongol lagi di Pengadilan Korupsi. Meski begitu, sidang Syaukani yang berlangsung hari ini tetap saja beraroma mistis.Begitu memasuki ruang sidang di lantai 1 Gedung Uppindo, bau kemenyan langsung hadir. Aroma itu begitu santer, sehingga membuat seorang wartawati sebuah koran nasional mengeluh."Bau kemenyan banget nih," kata wartawati itu ketika memasuki ruangan pengadilan bupati dari kabupaten terkaya di Indonesia itu, di gedung Uppindo, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (29/10/2007). Wartawati itu pun mual-mual.Biasanya yang terlihat membakar kemenyan atau dupa hanyalah Ki Gendeng, namun kali ini sang paranormal yang mengaku beraliran voodoo itu tak ada dalam ruangan. Seseorang pengunjung sidang kemudian menunjuk ke arah pengeras suara sidang.Ternyata di sana ada batangan dupa berwarna hitam tergeletak. Dupa itu yang biasa juga digosok atau dibakar Ki Gendeng ketika sidang berlangsung.Dalam ruangan sidang memang masih terdapat seorang paranormal pendukung Syaukani yang dikenal sebagai Mbah Lim. Namun tidak diketahui apakah Mbah Lim yang menaruh dupa tersebut.Persidangan Syaukani kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi ahli, yang salah satunya adalah Moenoek, seorang pejabat Depdagri yang ahli mengenai APBD. Persidangan berlangsung lancar, meski saksi ahli kadang terlihat emosional memberikan keterangan.
(aba/nrl)











































