Soetoyo Tersenyum Lebar Kembali Masuki Ruang Kerjanya
Senin, 29 Okt 2007 13:41 WIB
Jakarta -
Senyum lebar menghiasi wajah Soetoyo saat membuka pintu ruang kerjanya. Tak ada lagi kertas bertuliskan "Ruangan ini disegel" menempel di pintunya.Soetoyo yang telah diberhentikan dari jabatan Sekjen Komnas HAM, kembali aktif bertugas dan dapat menempati ruangannya yang sebelumnya disegel.Usai menggelar jumpa pers di Komnas HAM, Jl Latuharhari, Jakarta, Senin (29/10/2007), Soetoyo melangkah ke ruang kerjanya di lantai dasar dengan diantar jubir Komnas HAM Hesti Armiwulan.Pria berkemeja lengan panjang biru muda dan berdasi itu dengan wajah ceria senantiasa menebar senyum dan tertawa lebar saat berjalan menuju ruang kerjanya."Wah, ini masih gelap, tolong dinyalain lampunya," ujar Soetoyo ke stafnya ketika membuka ruang kerjanya.Dia kemudian mengutak-atik remote AC untuk mengoperasional mesin pendingin ruangan.Beberapa staf lalu membawa tumpukan berkas kerja dan map ke dalam ruangan. "Wah, kan ini pekerjaan sudah menunggu," serunya girang.Soetoyo kemudian mengisi daftar absen. "Saya tiap hari ngisi absen. Tapi dari tanggal 24 Oktober kosong, padahal saya masuk terus," ujarnya terkekeh sambil meneken absen.Lebih enak di sini atau di kaki lima Pak? seloroh wartawan merujuk ruangan di depan tangga yang mendadak menjadi ruang kantor Soetoyo saat ruang kerjanya disegel. Ditanya demikian, pandangan mata Soetoyo menjelajahi ruang kerjanya. "Iyah," sahutnya sambil mengangguk dan tersenyum. Pertanda lebih suka ruang kerjanya tentunya.Salah PengertianSementara Menneg PAN Taufiq Effendi di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi ke-14 ASEAN Sidang Kepegawaian, di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung, Bali, turut mengomentari konflik yang sempat mencuat di tubuh Komnas HAM tersebut."Jadi sebenarnya pemberhentian itu ada pada presiden. Jadi saya anggap ini hanya salah pengertian saja," kata Taufiq.
(sss/ana)










































