SBY vs Mitos Gunung Kelud

SBY vs Mitos Gunung Kelud

- detikNews
Senin, 29 Okt 2007 13:34 WIB
Jakarta - Kunjungan kerja Presiden SBY ke Gunung Kelud akhir pekan lalu sempat memunculkan polemik terkait mitos rakyat setempat. Mitos itu adalah bahwa setiap pemimpin negara yang berkunjung ke Kediri, tidak lama lagi akan tumbang. Tapi yang bersangkutan tidak peduli dengan itu semua, dan tetap berangkat ke Kediri bahkan bermalam di sana. Namun itu bukan tanpa pertimbangan, bahkan ada 'syarat' yang harus dilakoninya. Adanya syarat untuk menangkal bala itu diungkapkan sendiri oleh Presiden SBY saat memberi sambutan dalam pembukaan Munas VIII FKPPI di Caringin, Bogor. "Apa saja syaratnya? Berdo'a pada Tuhan memohon diberi kekuatan dan keselamatan," ungkapnya, Senin (29/10/2007). Mendekati tanggal keberangkatan ke Kediri, SBY mengaku sempat mengalami dilema. Sebagai seorang Kepala Negara, tidak pada tempatnya ia tidak menengok langsung kondisi dan memberi dukungan moral bagi warga di sekitar Kelud yang dicekam kekhawatiran serta terpaksa tinggal di pengungsian. Namun sebagai orang Jawa yang secara budaya tidak lepas dari berbagai pantangan atau pamali, SBY pun tidak boleh menganggap enteng mitos tersebut. Setelah berkonsultasi dengan Sang Ibunda, didapatkan solusi yang diyakini jitu. "Ibu saya yang religius mengatakan itu semua bisa diatasi, tapi ada syaratnya. Memohon pada Tuhan YME agar diberi kesalamatan. Jadi saya menghadapi masalah dengan rasional, bukan irasional," paparnya. Lebih lanjut SBY kembali menyinggung kasak-kusuk bernada mistis yang menyebut bahwa sejak dirinya menjabat sebagai Presiden RI, Indonesia jadi "panen" bencana. Mulai bencana tsunami, tanah longsor, gempa, gunung meletus sampai musibah transportasi. Tapi nampaknya telinga SBY sudah mulai 'kebal' dengan isu yang berhembus sejak awal masa pemerintahan itu. Bahkan sudah mampu pula menjadikannya sebagai bahan lelucon bagi diri sendiri. "Kok ya pas saya jadi presiden, musim bencana tiba. Seperti Kelud itu punya siklus (letusan) per 17 tahun, dan kebetulan yang presiden saya. Saat menteri ESDM paparkan adanya pergerakan lempeng di Nusantara, saya sempat tanya 'gerakan lempeng itu sejak ratusan tahu lalu toh? Jadi bukan karena saya jadi presiden?," ujar SBY sembari tergelak. (lh/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads