Polisi Diminta Tangkap Bos Al Qiyadah Al Islamiyah 7x24 Jam
Senin, 29 Okt 2007 11:48 WIB
Jakarta - Polisi tak kunjung menangkap pimpinan aliran sesat Al Qiyadah Al Islamiyah. Hal ini pun membuat gerah ormas Islam. Mereka pun mendatangi Mabes Polri dan mengeluarkan warning. "Kita memberikan waktu 7x24 jam sejak Jumat kemarin. Jika tidak Al Qiyadah akan kita perangi, kita bakar tempat dia menerima wahyu," kata Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia Habib Abdurrahman Assegaf di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (29/10/2007). Dia pun berencana pada Selasa 30 Oktober dengan mengerahkan massa mendatangi markas Al Qiyadah Al Islamiyah pimpinan Ahmad Musaddeq. "Kita minta segera Musaddeq ditindak tegas dan ditangkap," tambah dia. Selain itu, Habib yang mengaku memimpin penyerangan terhadap Ahmadiyah di Bogor beberapa waktu lalu menyatakan bahwa Musaddeq halal untuk dibunuh. "Darahnya halal, dia mengina umat Islam. Tapi kita ikuti prosedur hukum karena sesuai aturan dia melanggar pasal 156 KUHP," jelas dia. Pelaporan terhadap Musaddeq telah dilakukan pada Jumat lalu, atas dasar penghinaan agama. Ada pun bukti yang dibawa yakni jawaban Musaddeq terhadap fatwa sesat MUI dan rekaman video mengenai aliran tersebut di salah satu hotel. "Dia jelas-jelas sesat, mengaku nabi, tidak salat, puasa, dan zakat. Kita minta dia secepatnya ditangkap," tandas Abdurrahman. Dalam kesempatan ini Abdurrahman yang datang mengenakan sarung hijau dan memakai baju muslim warna putih serta membawa tongkat datang dengan beberapa anak buahnya. Mereka mendatangi Bareskrim Mabes Polri dan berencana bertemu Kapolri Jenderal Pol Sutanto.
(ndr/asy)











































