Jelang Pemilu 2009
SBY Hati-hati Pakai Kostum
Senin, 29 Okt 2007 11:44 WIB
Jakarta - Pemilu dan pilpres 2009 masih jauh, tapi segala gerak gerik para tokoh politik nasional tak lepas dari 'tuduhan' sedang ambil kuda-kuda menjelang hajatan demokrasi itu. Bukan hanya pernyataan tersurat dan tersirat yang bisa dijadikan isu politik. Tapi juga warna pakaian dikenakan pun bisa saja dianggap simbol atau langkah politis tertentu.Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) rupanya sadar betul dengan persoalan itu. Ia selalu tampil hati-hati di setiap kesempatan, termasuk saat membuka Munas VIII GM FKPPI di Caringin, Bogor, Senin (29/10/2007).Meski SBY anggota dewan pembina FKPII, dan karenanya punya jaket seragam FKPII, ia memutuskan tidak mengenakan kostum motif loreng hitam-coklat itu. "Kemarin sore ajudan sampaikan kiriman jaket FKPII. Saya coba di depan cermin, rasanya lebih muda 5 tahun. Semula akan saya pakai jaket itu, tapi mendekati 2009 ini saya khawatir kalau saya pakai dikira menantang perang," kata SBY.Walau hanya mengenakan safari abu-abu, SBY memastikan seluruh anggota keluarganya adalah FKPPI. Mulai dari dirinya sampai cucunya kelak merupakan anggota FKPPI."Tiga generasi FKPPI semua. Jadi biar nggak pakai jaket saya FKPPI tulen, 'asli lho'," ujar SBY mengutip iklan dan disambut gelak tawa hadirin. Kekhawatiran SBY ada benarnya. Terbukti saat sambutannya menyinggung masa kerja pemerintah yang tinggal 2 tahun lagi, seorang hadirin spontan menimpalinya dengan berteriak-teriak: "Dua kali Pak!"Mendengar teriakan itu, SBY mesam-mesem. Dia kemudian meminta hadirin yang bertepuk tangan riuh untuk tenang. "Ini yang saya takutkan. Makanya saya nggak pakai jaket. Nanti dikira indoktrinasi pula," ujarnya sambil mengangkat dua tangannya.
(lh/nrl)











































