Pramono: Penolakan Terhadap Rano Karno Hanya Riak-riak Pilkada
Senin, 29 Okt 2007 07:47 WIB
Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi telah menetapkan Rano Karno sebagai pasangan bupati incumbent Ismet Iskandar dalam Pilkada Tangerang. Namun sejumlah kader PDIP di 29 PAC mbalelo dari keputusan DPP PDIP tersebut. Sekjen PDIP Pramono Anung menilai sikap kader PDIP tersebut hanya riak pilkada. "Itu biasalah, hanya riak-riak pilkada dalam iklim demokrasi," ujar Pram saat dihubungi detikcom, Senin (29/10/2007). Politisi Senayan ini mengatakan, sikap penolakan kader-kader PDIP terhadap pencalonan Rano sebagai cawabup tidak akan mengganggu konsolidasi pendukung pasangan Ismet-Rano. Bahkan dia menduga ada pihak lain yang ingin memecah kekuatan pasangan yang diusung oleh koalisi beberapa parpol tersebut."Itu pasti ada yang sengaja mendorong-dorong untuk mbalelo," tuturnya.Pram mengatakan, penetapan Rano sebagai duet Ismet bersifat final. Ketetapan DPP tersebut, telah disampaikan kepada pengurus PDIP di tingkat cabang."Yang terpenting lihat saja hasilnya nanti. Kami yakin dukungan masih solid," cetus pria berkaca mata ini.Terhadap kader-kader PDIP yang mbalelo, Pram mengatakan tidak akan mengenakan sanksi. "Tidak perlu. Kami yakin mereka akan menjalani apa yang sudah diputuskan," pungkasnya. Sebanyak 29 PAC PDIP di Tangerang menyatakan penolakan terhadap pencalonan Rano. Menurut mereka kemenangan tidak bisa diraih hanya melalui popularitas. Apalagi banyak kader PDIP yang sebenarnya layak sebagai pendamping Ismet ketimbang Rano.
(rmd/ken)











































