Prof Bambang Hidayat Diisukan Terdampar di Nigeria

Prof Bambang Hidayat Diisukan Terdampar di Nigeria

- detikNews
Senin, 29 Okt 2007 07:28 WIB
Bandung - Lebaran telah usai. Namun telepon ke kediaman atau pun ke handphone Prof Dr Bambang Hidayat justru semakin berdering bertubi-tubi. Semuanya berisikan pertanyaan senada, betulkah ahli astronomi kawakan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini terdampar di Lagos Nigeria dan kecopetan uang? Apakah betul dirinya perlu uang agar bisa pulang ke Indonesia? Prof Bambang pun terheran-heran. Apa pasal? Prof Bambang baru mafhum setelah mendengar cerita rekan-rekannya itu bahwa mereka mendapatkan kiriman e-mail dari dirinya yang mengaku sedang berada di Nigeria. 'Bambang Hidayat' palsu itu mengaku sedang mengikuti program "Empowering Youth to Fight Racism, HIV/AIDS, Poverty and Lack of Education' di Afrika. Soalnya,.. duit dan dokumen perjalanan yang dibawanya lenyap terbawa dalam taksi. "Saya kehabisan uang dan harus bayar hotel. Kalau tidak, saya akan diusir dan barang-barang saya akan ditahan manajemen hotel," keluhnya. Lucunya, semua cerita dan keluh kesah itu ditulis dalam bahasa Inggris. "Karena manajemen hotel mengawasi semua komunikasi yang saya lakukan," begitu alasan 'Bambang Hidayat.' Singkat cerita, 'Bambang Hidayat' ini meminta rekan-rekannya membantu menalangi keperluan daruratnya itu termasuk untuk ongkos pulang ke Indonesia. Uang sebesar US$ 3.400 pun dimintanya untuk talangan pulang dan dikirimkan melalui Western Union ke alamat sementaranya di Lagos Nigeria. Prof Bambang Hidayat asli baru teringat, bahwa beberapa minggu sebelumnya dirinya memang menerima surat yang mengaku dari Administrator Yahoo! Mail. Di situ, dirinya selaku pengguna email Yahoo! diminta untuk melakukan up- date informasi. "Saya kira itu betul e-mail dari Yahoo! Maka pertanyaan yang diajukan saya isi dan jawab," tutur Bambang kepada detikcom di Bandung, Minggu (28/10/2007) malam. Eh, tak berapa lama account emailnya justru tidak bisa dibuka. Bahkan alternatif e-mail yang juga biasa dipergunakannya di Hotmail pun ikut-ikutan ngadat. Namun, Prof Bambang belum menaruh syakwasangka apa pun. Belakangan setelah mendapatkan bombardir telepon dari rekan dan sejawatnya dari berbagai belahan dunia, dirinya sadar kemungkinan e-mail dirinya telah dibajak dan disalahgunakan. "Di e-mail itu, saya banyak menyimpan alamat kontak email teman, sejawat dan kolega," papar dia lagi. Prof Bambang pun tetap bersyukur bahwa sejauh ini belum ada laporan koleganya ada yang tertipu dan mengirimkan uang ke penipu itu. "Ada kolega saya di Moskow yang menjawab e-mail itu dalam bahasa Indonesia. Eh, dijawab oleh si penipu agar mengirim jawaban dalam bahasa Inggris saja. Syukur, banyak yang curiga," tambahnya. Di sisi lain, Prof Bambang pun bersyukur. "Ternyata banyak teman yang tetap memperhatikan saya. Mereka menanyakan dulu ke sini. Kalau memang betul saya sedang kena musibah itu, banyak yang akan membantu. Di sisi lain, mereka juga kenal betul karakteristik saya, bahwa saya itu tidak punya sifat suka mengemis seperti yang tersirat dari e-mail itu," kata Prof Bambang. (asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads