Halal Bihalal Prodem Jadi Ajang Kritik SBY
Minggu, 28 Okt 2007 12:53 WIB
Jakarta - Semangat Sumpah Pemuda harus digali sebagai dasar perjuangan mencapai kesejahteraan. Pemimpin Indonesia sekarang masih belum berhasil mewujudkan masyarakat yang sejahtera. "Kita bangsa yang besar. Sayangnya, para pemimpin kita tidak menunjukkan sikap yang seharusnya diambil. Sehingga kemerdekaan yang sudah cukup lama kita raih, hanya dinikmati segelintir orang. Mayoritas rakyat masih dalam suasana yang sangat memprihatinkan," ujar Sekjen Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) dalam acara halal bihalal di Restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta, Minggu (28/10/2007).Indonesia, lanjut dia, memerlukan pemimpin yang berani dan tidak ragu-ragu sebagaimana keberanian pemuda pada tahun 1928 untuk deklarasi perjuangan kemerdekaan. Karena dengan keberanian itulah muncul terobosan-terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan.Sementara mantan Anggota FPAN DPR Djoko Edhi menilai, selama kepemimpinan Presiden SBY belum ada peningkatan signifikan dalam kesejahteraan masyarakat."Selama 3 tahun kepemimpinan SBY, belum ada kebijakan yang bisa dibanggakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat" kata Djoko.Karena itu Djoko meminta pada aktivis Prodem ke depan, agar lebih rasional untk memilih pemimpin dan tidak memilih pemimpin yang gagal."Sehingga diperlukan tokoh baru, tokoh muda untuk memegang amanat rakyat," imbuh Djoko.Mantan Jubir Presiden Adhie M Massardi juga menyuarakan hal yang sama. Dia minta Prodem untuk tidak hanya berkutat pada wacana tapi lebih proaktif untuk mengambil alih amanat rakyat demi tujuan mulia yaitu kesejahteraan.Hadir dalam acara ini selain anggota Prodem, antara lain mantan Menko Perekonomian era Gus Dur Rizal Ramli, pengamat ekonomi Faisal Basri, dan anggota DPR dari FPG Yuddi Chrisnandi.
(nwk/nrl)











































