Maaf Arroyo untuk Estrada Dikecam
Minggu, 28 Okt 2007 00:24 WIB
Manila - Langkah Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo memberi maaf kepada kepada pendahulunya Joseph Estrada dikecam habis-habisan berbagai surat kabar di Filipina. Arroyo dituding mengalihkan perhatian atas tuduhan-tuduhan korupsi yang menimpanya.Dilansir AFP, Sabtu (27/10/2007), pernyataan maaf yang diberikan Arroyo pada Kamis 25 Oktober itu sebagai langkah memalukan.Surat kabar terkemuka the Philippine Daily Inquirer menyebutkan, sikap Arroyo yang akan menghadapi rapat dengar pendapat dengan kongres dan oposisi untuk menjelaskan tuduhan korupsinya itu, sebenarnya sangat tidak tepat.Selama ini Estrada tak pernah menunjukkan penyesalan atau mengakui dirinya telah mencuri uang negara lebih dari 80 juta dolar melalui bisnis kotor dan hasil mengelola perjudian."Apa ini yang dikatakan pejabat publik? Yang saat ini sangat terbuka bagi praktek suap-menyuap dan korupsi. Atau di tingkat yang sangat tinggi dari jabatan, seseorang bisa berharap ada kelonggaran untuk kejahatan-kejahatan yang sangat keji sekalipun," tulis suratkabar bertiras tertinggi itu dalam tajuknya.Arroyo memberikan maaf bekas bintang film berumur 70 tahun itu Kamis, hanya enam pekan setelah pengadilan khusus korupsi memvonis Estrada mencuri uang negara jutaan dolar dan menjatuhkan hukuman seumur hidup.Kecaman serupa juga ditulis harian the Philippine Star dalam editorialnya.Tak hanya kritikan dari kalangan media, klub bisnis Makati yang berpengaruh, mengatakan tindakan pemberian maaf Estrada itu mengejutkan dan terburu-buru untuk dilakukan.Langkah itu, menunjukkan kepada dunia bahwa kekuasaan bisa melampaui pengadilan di negeri tersebut. Pemberian maaf, lanjut kelompok tersebut, mungkin bisa memberikan ketenangan politik dalam waktu singkat, namun hal itu juga merendahkan negara di mata para investor potensial. Seedangkan, Pamalakaya, suatu kelompok protes dari sayap kiri, mengajukan pertanyaan kepada Estrada apakah pemberian maaf itu berarti dia segera akan bergabung dengan mereka dalam upaya untuk menggulingkan Arroyo."Jika dia bergabung kepada sindikat Arroyo secara terang-terangan atau secara rahasia sebagai bagian dari kesepakatannya dengan Arroyo, dia masih akan menjadi bahan kecaman bagi pemerintah," kata Pamalakaya dalam pernyataannya.Estrada terpilih sebagai presiden dengan suara mayoritas dalam pemilu 1998 namun digulingkan dalam pemberontakan yang terkenal pada tahun 2001 atas tuduhan korupsi, yang kemudian menyeretnya ke pengadilan anti korupsi pada awal tahun 2007.Arroyo, yang menggantikan Estrada, mengatakan dia memberikan maaf kepadanya sebagai bagian dari kebijakan membebaskan para narapidana berumur 70 tahun dan demi rekonsiliasi nasional.
(bal/bal)











































