Nasionalisme Pemuda Nihil, Masa Depan Bangsa Suram
Sabtu, 27 Okt 2007 23:14 WIB
Jakarta - Masa depan bangsa terancam suram akibat rendahnya nasionalisme di kalangan pemuda. Karena perasaan nasionalisme merupakan alasan seseorang mengabdi secara total pada negaranya."Pemuda yang seharusnya menjadi pelopor, kenyataannya kini jatuh ke jurang materialisme yang tak terkontrol," kata Ketua Umum Barisan Pemuda Peduli Rakyat (BPPR) Yudhie Rohcitayadi saat renungan Sumpah Pemuda di Tugu Proklamasi, Cikini, Jakarta, Sabtu, (27/10/2007).Dia mengajak kalangan pemuda membuka mata bahwa Indonesia yang pernah disegani di kancah internasional, sekarang mulai dipandang sebelah mata oleh negara lain. Bahkan negara tetangga yang notabene negara kecil, seperti Malaysia dan Singapura."Seharusnya kita merasa malu direndahkan oleh negara-negara yang dulu pernah berguru kepada kita," tutur alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.Ironisnya, kata Yudhie, sangat sedikit kalangan pemuda yang menaruh perhatian pada masalah itu karena lebih tertarik pada kehidupan hedonis. "Kita, kalangan pemuda semestinya sadar, masa depan negara ini tergantung kita. Apa jadinya negara ini jika kita tak peduli," cetusnya.Oleh karena itu, BPPR mengajak kalangan pemuda menjadikan peringatan 79 tahun Sumpah Pemuda untuk membangkitkan kembali nasionalisme sekaligus jiwa kepeloporan pemuda.Yudhi juga berpesan kepada para mantan aktivis pemuda dan mahasiswa yang kini telah sukses di bidang masing-masing agar introspeksi. Mereka yang dulu menggebu menginginkan keadaan negara yang lebih baik diingatkannya untuk kembali memegang dan melaksanakan komitmennya."Janganlah teman-teman aktivis yang dulu memiliki komitmen tinggi kini justru larut dalam keadaan, termasuk teman-teman yang kini bergelut di dunia politik," tandasnya.
(bal/bal)











































