DOKU Dorong Program Green Pantry Jadi Solusi Pengelolaan Limbah Kantor

DOKU Dorong Program Green Pantry Jadi Solusi Pengelolaan Limbah Kantor

Hana Nushratu Uzma - detikNews
Rabu, 22 Apr 2026 17:34 WIB
Co-Founder & Chief Marketing Officer DOKU Himelda Renuat (kiri) bersama Co-Founder & Chief Operating Officer DOKU Nabilah Alsagoff (kanan) meresmikan peluncuran program DOKU Green Pantry di Jakarta, Rabu (22/4).
Co-Founder & Chief Marketing Officer DOKU Himelda Renuat (kiri) bersama Co-Founder & Chief Operating Officer DOKU Nabilah Alsagoff (kanan) meresmikan peluncuran program DOKU Green Pantry di Jakarta, Rabu (22/4). (Foto: dok. DOKU)
Jakarta -

DOKU, perusahaan fintech pembayaran dan penyedia platform pembayaran digital terkemuka di Indonesia, meluncurkan Green Pantry, inisiatif pengelolaan limbah sirkular yang mengubah sampah makanan kantor menjadi kompos bernilai guna.

Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap sustainability sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Diluncurkan bertepatan dengan Hari Bumi dan perayaan ulang tahun ke-19 DOKU, Green Pantry menargetkan pengalihan hingga 65% sampah organik atau sekitar 650 kilogram per bulan dari tempat pembuangan akhir (TPA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan okupansi harian sekitar 150-170 karyawan, DOKU menghasilkan hampir 1 ton sampah setiap bulan, yang sebagian besar berupa limbah makanan. Melihat potensi tersebut, program ini dirancang untuk mengelola limbah langsung dari sumbernya melalui sistem waste management terintegrasi di pantry kantor.

"Bahkan bisnis digital tetap meninggalkan jejak. Melalui Green Pantry, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana di tempat kerja dapat memberikan dampak lingkungan yang nyata dan terukur," ujar Co-Founder dan Chief Marketing Officer DOKU (CMO) Himelda Renuat, dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).

Bertepatan dengan Hari Bumi dan HUT ke-19 DOKU, inisiatif pengelolaan limbah sirkular ini menargetkan pengalihan 65% atau sekitar 650 kilogram sampah organik kantor per bulan untuk diolah menjadi kompos guna mengurangi emisi karbon, Himelda juga menjelaskan bahwa langkah sederhana mulai dari tempat kerja merupakan wujud nyata bagi bisnis digital dalam meminimalisir jejak lingkungan secara terukur. Bertepatan dengan Hari Bumi dan HUT ke-19 DOKU, inisiatif pengelolaan limbah sirkular ini menargetkan pengalihan 65% atau sekitar 650 kilogram sampah organik kantor per bulan untuk diolah menjadi kompos guna mengurangi emisi karbon, Himelda juga menjelaskan bahwa langkah sederhana mulai dari tempat kerja merupakan wujud nyata bagi bisnis digital dalam meminimalisir jejak lingkungan secara terukur. Foto: DOKU

Melalui sistem pengomposan di kantor, karyawan terlibat langsung dalam pemilahan dan pengolahan limbah makanan. Selain mengurangi volume sampah, pendekatan ini juga mendorong kebiasaan kerja yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kompos yang dihasilkan, bernama BeyondGrow, diproses melalui tahapan terkontrol mulai dari pengumpulan, dehidrasi, fermentasi, hingga pematangan. Produk ini mendukung prinsip zero waste sekaligus dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan peningkatan kualitas tanah.

Sebagai langkah lanjutan, DOKU membuka pre-order terbatas untuk BeyondGrow agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Kompos ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan daya serap air, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Informasi lebih lanjut tersedia di: https://www.doku.com/about/sustainability.

"Perubahan tidak selalu harus besar. Dari pantry kantor, kami ingin menunjukkan bahwa langkah sederhana bisa memberikan dampak nyata," kata Himelda.

Selaku COO Nabilah juga menambahkan corporate sustainability harus menjadi bagian dari cara kerja sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan ESG dalam praktik operasional yang efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan melalui sistem yang terukur serta keterlibatan aktif karyawan.Selaku COO Nabilah juga menambahkan corporate sustainability harus menjadi bagian dari cara kerja sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan ESG dalam praktik operasional yang efisien, bertanggung jawab, dan berkelanjutan melalui sistem yang terukur serta keterlibatan aktif karyawan. Foto: DOKU

Co-Founder dan Chief Operating Officer DOKU Nabilah Alsagoff menambahkan bahwa inisiatif ini mencerminkan pendekatan perusahaan dalam mengintegrasikan corporate sustainability ke dalam operasional sehari-hari.

"Kami percaya keberlanjutan harus menjadi bagian dari cara kerja. Dengan sistem yang tepat dan keterlibatan karyawan, dampaknya dapat dikelola secara konsisten dan terukur," ujar Nabilah.

Green Pantry merupakan bagian dari komitmen ESG DOKU yang mencakup pengelolaan limbah, efisiensi operasional, serta peningkatan kesadaran karyawan terhadap praktik yang lebih bertanggung jawab.

Program ini dirancang agar mudah diterapkan dan scalable, sehingga diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam membangun praktik operasional yang lebih berkelanjutan.

Simak juga Video 'Limbah Pakaian Salah Satu Penyumbang Mikroplastik di Air Hujan':

(akn/ega)


Berita Terkait