BGN Suspend 20 SPPG di Banten, Paling Banyak Lebak dan Pandeglang

BGN Suspend 20 SPPG di Banten, Paling Banyak Lebak dan Pandeglang

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 22 Apr 2026 15:35 WIB
Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Foto: Ilustrasi SPPG. (Antara Foto/Andry Denisah)
Serang -

Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara atau mensuspend 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banten. Kabupaten Lebak dan Pandeglang menjadi daerah dengan jumlah penutupan paling banyak.

"Kalau total sampai hari ini, yang disuspend ada sekitar 20 SPPG. Penyebabnya mulai dari tidak memiliki IPAL, kemudian menu yang jelek, apalagi yang viral itu pasti kita suspend. Paling banyak itu ada di Pandeglang dan di Lebak. Di Lebak ada 8, di Pandeglang ada 7, sisanya tersebar," kata Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Doni Dewantoro, di Kota Serang, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doni menyebut tiap SPPG yang ditutup harus segera memperbaiki Standard Operating Procedure (SOP). Mereka diberikan waktu sekitar seminggu untuk melakukan evaluasi dan perbaikan.

"Kalau disuspend itu satu minggu untuk menu yang jelek, sambil mereka harus melengkapi kekurangan. Misalnya di dapurnya tidak sesuai SOP, itu harus diperbaiki sampai sesuai standar kita, baru bisa dibuka kembali," katanya.

BGN hanya memberikan satu kali peringatan keras. Jika pelanggaran kembali terulang, mereka akan menutup Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) tersebut secara permanen.

"Kita kasih kesempatan sekali. Jika masih terulang kedua kalinya, pasti akan kita ajukan ke PPK secara administrasi untuk ditutup permanen," tegasnya.

Hingga saat ini, belum ada kasus penutupan permanen di Provinsi Banten.

"Saat ini baru sampai tahap SP2, tinggal satu kali SP3 baru kita akan berikan rekomendasi untuk tutup permanen," tambahnya.

Salah satu SPPG yang ditutup sementara adalah satuan yang terkait dengan kasus 49 siswa MTs Al Inayah, Cilegon, yang mengalami dugaan keracunan. Saat ini BGN masih memeriksa sampel menu yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut.

"Kita masih menunggu hasil lab, jadi tidak bisa menebak-nebak. Meskipun nanti hasilnya negatif, tetap ada proses pemeriksaan dari sampel yang kita simpan di dapur," ujarnya.

"Kami juga memeriksa bagaimana mekanisme distribusi hingga sampai di sekolah, karena itu memakan waktu. Oleh karena itu, dapur tersebut kami suspend dulu untuk pembenahan total," sambung Doni.

Lihat juga Video: BGN Tegur-Suspend SPPG Milik Pria yang Viral Joget di Dapur MBG

(aik/idn)


Berita Terkait