Cabut Separator Busway Solusi Atasi Macet?
Sabtu, 27 Okt 2007 14:20 WIB
Jakarta - Pembangunan koridor busway masih saja menjadi bahan kontrovesi. Jangankan mengurangi kemacetan, moda tranpsotasi massal itu justru dituding menjadi biang macet baru di ibukota. Anggota Komisi V DPR Hafni Achmad punya usul untuk mengatasinya tanpa harus menghentikan apalagi membubarkan sama sekali program jangka panjang Pemprov DKI Jakarta itu."Saya usul jalur Busway tidak usah pakai separator. Bisa diatur dari pusat di saat jalur kosong, kendaraan bermotor lain bisa masuk. Metode ini diterapkan di Korea dan akan dipakai di Jogja," ujarnya dalam diskusi radio bertema "Habis Jalan, Terbitlah Macet" di Mario Palace, Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta, Sabtu (25/10/2007).Menurutnya, pencabutan separator ini demi memenuhi hak para pengguna jalan yang juga membayar pajak untuk kendaraan pribadi mereka. Sedari awal dibangun jalan-jalan raya di ibukota dirancang kendaraan pribadi dan umum biasa, sehingga saat busway muncul memakan badan jalan otomatis pemenuhan hak berkurang."Yang tepat membangun jalur baru koridor busway dengan gusur bangunan di sisi jalan. Tapi jalan badan jalan yang sudah ada menjadi hak bersama," imbuhnya.Kepala Dinas Transporsi DKI Jakata Nurachman, pada kesempatan sama spontan menyatakan tidak setuju terhadap usul di atas. Menurutnya pencabutan separator justru bisa menambah kemacetan dan pada akhirnya melumpuhkan fungsi busway sebagai alat transportasi alternatif."Meski diatur, tapi kan di perempatan kendaraan-kendaraan itu berhenti juga. Akibatnya bisa jadi membuat busway macet dan warga tidak punya alternatif angkutan umum yang cepat," ujar Nurachman.
(lh/ary)











































