3 Tip Bebas Kemacetan
Sabtu, 27 Okt 2007 12:51 WIB
Jakarta - Anda sudah lelah 'berperang' melawan kemacetan jalan raya di Ibu Kota? Anda mulai putus asa dengan berbagai upaya pemprop DKI Jakarta yang tak juga ada hasilnya untuk mengatasi masalah itu?Jutaan warga Jakarta dan kota-kota lain yang setiap hari mondar-mandir di Jakarta pasti punya merasakan hal sama. Ketua Bidang Advokasi Transportasi YLKI, Dharmaningtyas, punya solusinya."Kalau mau bebas stress akibat macet, ikuti langkah saya. Satu, setia menggunakan kendaraan umum. Dua, berjalan kali kalau tempat tujuan jaraknya kurang dari 1 km. Tiga, gunakan sepeda bila jaraknya sampai 3 km," ujar Dharmaningtyas dalam diskusi radio bertema "Habis Jalan, Terbitlah Macet" di Mario Palace, Menteng, Jakarta, Sabtu (25/10/2007).Menurut pria yang mengaku tidak memiliki kendaraan bermotor pribadi ini, terlalu lama menunggu segala usaha keras pemerintah mendatangkan hasil. Tidak ada gunanya pula menyalahkan pemerintah, bila penyakit kronis tersebut tidak kunjung sembuh."Jangan cuma menyalahkan pemerintah, lha yang bisa kita lakukan apa? Mulailah perubahan ideologi transportasi diri sendiri. Ubah pandangan kita mengenai kendaraan umum," ujar Dharma.Perubahan pandangan ia maksud adalah segala stereotype yang selama ini dilekatkan angkutan tranpostasi umum. Bahwa angkot, mikrolet, bus, kopaja, dan metromini tidak nyaman, panas, dan rawan copet.Dharma yang juga berprofesi sebagai advokat yang mengaku setia memanfaatkan jasa angkutan umum untuk aktifitasnya sehar-hari ini punya pengalaman sebaliknya. Meski sering menenteng komputer jinjing, perangkat telekomunkasi canggih, dan tas berisi uang puluhan juta, tidak sekalipun ia kecopetan.Namun bukan berarti pemerintah bisa bebas angkat tangan. Agar makin banyak yang dengan suka rela beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, maka tugas berat buat pemerintah adalah menyediakan moda transportasi sesusai kebutuhan dan harapan masyarakat."Bikin kendaran umum lebih nyaman, aman, dan murah. Kalau tarif angkutan umum mahal, ya pada akhirnya warga akan kembali menggunakan kendaraan pribadi," pungkasnya.
(lh/ary)











































