Marinir Gadungan Penyekap Bayi dan Ibunya Ditangkap
Jumat, 26 Okt 2007 22:33 WIB
Jakarta - Mengaku sebagai TNI Marinir berpangkat Kapten Marinir Suryono (50) nekat menyekap Siti Saripah (37) beserta bayinya yang belum genap berusia dua bulan. Dalam penyekapan selama seminggu kemarin, Suryono mengancam akan membunuh korban bila keluar rumah penyekapan, Jl Palem Kuning Perumahan Harapan Indah, Bekasi.Kejadian itu bermula dari persoalan hutang-piutang antara Suryono dan Siti. Sebelum lebaran, Siti berniat membeli mobil milik rekanan Suryono. Namun, bolak-balik ditagih, Siti Saripah mengaku tidak punya uang.Karena kesal, Siti Saripah bersama suaminya dijemput paksa di rumahnya di Tasikmalaya. Bersama bayinya, kedua orang itu ditahan di Perum Harapan Indah, hingga melunasi utangnya."Saya ngaku marinir untuk menakut-nakuti saja. Biar cepat dibayar. Saya ancam mau saya bunuh kalau nggak dilunasi," kata pelaku dalam pemeriksaan Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL) Lantamal III, Jl Bungur Raya, Jakarta, Jumat (26/10/2007).Akan tetapi,sebelum aksi jahatnya tertunaikan, tindak tanduknya keburu tercium pihak Marnir. Melalui operasi penangkapan, marnir gadungan itu dibekuk tanpa perlawanan. Sementara korban diselamatkan dalam kondisi sedikit kelelahan."Ada hubungan bisnis yang belum selesai dengan suami saya. Besarnya sampai Rp 175 Juta. Tapi dia nggak sabaran," cerita Siti sambil menggendong bayinya yang masih merah itu.Menurut pengakuan pelaku, ia merupakan pegawai Kemanan Pantai dan Laut (KPLP) Tanjung Priok yang masih dalam hukuman (disersir). Dalam aksinya, pria gempal bertato ini memakai jaket Marinir yang ia pinjam dari rekannya, anggota marinir betulan."Dia sipil. Akan kami serahkan ke polisi untuk urusan hukum lebih lanjut," ucap Kepala Dinas Penegakan Hukum (Kadisgakum) POM AL LAntaman III, Letkol Marinir, Munandar M.
(Ari/ndr)











































