Pilot-Kopilot Garuda Bakal Dipanggil Polda DIY Lagi

Pilot-Kopilot Garuda Bakal Dipanggil Polda DIY Lagi

- detikNews
Jumat, 26 Okt 2007 18:51 WIB
Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta akan memanggil lagi pilot dan kopilot Garuda, Marwoto Komar dan Gagam Saman Rohmana. Namun keduanya masih berstatus sebagai saksi dalam kasus jatuhnya pesawat Garuda GA-200 di Bandara Adisucipto Yogyakarta 7 Mei 2007.Hal itu diungkapkan Direktur Reserse dan Kriminal (Direskrim) Polda DIY Kombes Pol Ari Dono kepada wartawan di Mapolda DIY, Ringroad Utara Condongcatur Sleman, Jumat (26/10/2007)."Sampai hari ini mereka masih saksi dan kita menunggu hasil KNKT untuk meminta keterangan saksi ahli," katanya.Dia mengatakan, penyidik sudah mengirimkan surat pemanggilan lagi terhadap pilot Marwoto Komar dan kopilot Gagam Saman Rohmana. Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan keduanya akan datang memenuhi panggilan Polda DIY."Kita belum tahu kapan mereka datang. Tapi, kita sudah panggil mereka melalui surat resmi," ungkap Ari Dono.Menurut dia, karena keterangan saksi-saksi sudah ada, maka penyidik akan terus melakukan pemeriksaan untuk melihat siapa yang akan bertanggung jawab dalam kasus jatuhnya Garuda."Apakah yang bertanggung jawab itu pilot atau kopilot, atau ada yang lain yang harus bertanggung jawab. Kita lihat nanti. Sebab semua sudah ada SOP (standard operation procedure) untuk pilot maupun kopilot. Dari situ akankita tindak lanjuti dari keterangan saksi ahli dengan bukti-bukti yang ada," tegas dia.Ditanya apakah ada kendala dalam memeriksa pilot dan kopilot Garuda selama ini, dia mengatakan, tidak ada kendala, dan penyidik juga tidak menargetkan kapan waktunya akan selesai. Lamanya pemeriksaan kasus ini karena beberapa saksi ahli dari KNKT sampai sekarang belum ada yang datangmenghadiri panggilan penyidik dan menunggu hasil penelitian terhadap black box."Tidak ada kendala. Saat ini penyidik hanya menunggu keterangan saksi ahli saja dan hasil pemeriksaan black box saja. Kita tidak pakai estimasi, tapi kita ingin segera selesai. Kita sekarang sudah siap memanggil mereka lagi, dan surat sudah kita kirimkan," demikian Ari Dono. (bgs/sss)


Berita Terkait