Ketua DPR Puan Maharani bicara pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik. Puan meminta siapa pun harus menjaga etika setiap memberikan kritik.
"Hukum harus dijalankan dengan seadil-adilnya, namun kita juga harus bisa menjaga etika dalam memberikan kritik untuk bisa dilakukan secara santun," kata Puan saat konferensi pers di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Puan menyebut pengkritik dan penerima kritik harus saling menghargai dan menghormati. Di satu sisi Puan menilai pengkritik harus santun, di sisi lain penerima kritik harus mau menerima kritikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi memang saling menghormati, saling menghargai, harus dilakukan dalam dua posisi, artinya yang memberi kritik juga harus memberikan kritiknya itu secara baik, yang diberi kritiknya juga akan tentu saja akan menerima kalau kritikannya itu memang adalah satu hal yang dilakukan dalam artian kritik membangun," ucap Puan.
"Jadi kita harus tetap mengedepankan saling menghargailah, saling menghormati," lanjut dia.
Seperti diketahui, pemerintah beberapa kali menyoroti para pakar yang kerap memberikan kritik. Salah satu sorotan datang dari Seskab Teddy Indra Wijaya yang mengungkapkan saat ini tengah muncul fenomena meningkatnya atau inflasi pengamat di publik.
"Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Dan pengamat-pengamat itu, datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru," kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4).
Teddy menilai pengamat yang ramai berbicara di publik tersebut sejak dulu membentuk opini dan berusaha mempengaruhi warga. Pengamat tersebut, kata Teddy, sejak sebelum Prabowo Subianto menjadi Presiden, sudah berusaha membentuk opini warga.
"Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi Presiden. Jadi pengamat-pengamat itu sudah memengaruhi warga," ucap Teddy.
Lihat juga Video: Ramadan dan Green Tech: Etika Lingkungan di Era AI











































