Agung: Pengharaman Rokok Tidak Akan Efektif

Agung: Pengharaman Rokok Tidak Akan Efektif

- detikNews
Jumat, 26 Okt 2007 14:04 WIB
Jakarta - Perdebatan haram tidaknya rokok menyentak Ketua DPR Agung Laksono. Menurut mantan perokok berat ini, pengharaman rokok tidak akan efektif, karena selain terbatas agama tertentu saja, juga akan dihadapkan pada wacana HAM.Namun demikian dia mendukung jika persoalan rokok diatur dengan baik, lewat Perda bahkan UU."Apa agama memang mengharamkan seperti itu? Saya kira kan tidak. Kalau diharamkan tidak efektif, lebih baik diatur saja," kata Agung yang sudah mengenal rokok sejak usia 15 tahun itu usai salat Jumat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/10/2007).Agung mengaku sempat mencadi pecandu rokok selama 24 tahun. Dia baru berhenti setelah usia 39 tahun. Dorongan berhenti semata-mata datang dari keinginan sendiri akan pentingnya kesehatan. Di usia itu dia baru menyadari bahaya penyakit yang ditimbulkan rokok."Saya itu dulu disebut teman-teman heavy smoker, dari umur 15 tahun saya sudah merokok sampai umur 39 tahun. Setiap hari bisa sampai 5 bungkus. Tapi saya sadar setelah semakin lama makin tidak sehat, saya berhenti," tuturnya.Menurutnya, sejak berhenti merokok, dia merasa tubuhnya lebih ringan dan sehat. Selain itu juga lebih hemat. Namun diakuinya masa-masa awal berhenti merokok sangat berat baginya, sehingga dia harus menambah porsi makanan ringannya."Sekarang sih lebih enteng badannya. Dulu kalau banyak pikiran, merokok. Untuk berhenti, saya sudah coba berbagai cara, membaca buku dan lain-lain," ujarnya.Agung menambahkan, hal penting yang perlu diatur ke depan adalah mengenai tempat merokok dan batasan umur, sehingga para perokok masih bisa menggunakan haknya."Lebih penting dari itu adalah penegakan hukum, karena UU-nya sudah ada," kata dia. (umi/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads