Biar Dianggap Gentle, Mulut AM Fatwa Disumpeli Tembakau
Jumat, 26 Okt 2007 11:42 WIB
Jakarta - Rokok kerap disimbolkan dengan pria jantan. Biar dianggap lelaki, mulut Wakil Ketua MPR AM Fatwa pernah dijejali tembakau oleh teman-temannya."Dulu saat saya kecil dengan teman-teman, saya kan tidak merokok. Waktu tidur, mulut saya dimasuki tembakau, biar dianggap lelaki. Saya kan marah. Saya cari tuh orangnya. Ketemu, saya kencingi dia," kenang AM Fatwa sambil terkekeh-kekeh.Hal ini disampaikan Fatwa saat ditanya seputar wacana fatwa rokok haram di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/10/2007).Fatwa mengaku tidak pernah merokok sejak kecil. "Karena saya tahu merokok itu banyak bahayanya daripada manfaatnya. Kalau dulu zaman nabi sudah ada rokok, saya yakin rokok itu diharamkan, karena merokok itu arahnya dan lebih dekat mengarah kepada seperti narkoba, membuat orang kecanduan, dan tidak hemat," terang politisi PAN ini.Untuk itu, menurut Fatwa, DPR perlu ambil sikap dengan membuat UU, sebab jika hanya Perda Rokok tidak akan efektif."Di pemerintah ada persoalan kalau rokok dilarang, diharamkan karena terkait pendapatan negara melalui cukai. Karena itu perlu ada pembatas yang tegas, umur berapa boleh merokok, dan siapa saja orang-orangnya," kata Fatwa.
(aan/sss)











































