Brigjen TNI Suwarno Jadi Komandan Paspampres Baru

Brigjen TNI Suwarno Jadi Komandan Paspampres Baru

- detikNews
Jumat, 26 Okt 2007 09:36 WIB
Jakarta - Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) secara resmi diganti. Brigjen TNI Suwarno menggantikan posisi yang ditinggalkan Mayjen TNI Suroyo Gino.Suwarno sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pusat Persenjataan Kavaleri. Sedangkan Suroyo akan menempati posisi baru sebagai Pangdam III Siliwangi.Pergantian ini dilakukan dalam upacara serah terima jabatan yang langsung dipimpin Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto di Markas Paspampres, Jl Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2007).Pergantian ini sesuai surat keputusan Panglima TNI No: Kep/172/IX/2007 yang ditandatangani 4 September 2007 tentang mutasi dan pergantian beberapa perwira tinggi.Pergantian jabatan komandan ini secara simbolik dilakukan dengan penyerahan bendera lambang Paspampres atau pataka dari pejabat yang lama kepada yang baru. Selain itu dilakukan pula pemasangan tanda jabatan.Dalam amanatnya, Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto mengatakan, pergantian ini dimaksudkan untuk lebih membina organisasi, peran, fungsi, serta menambah pengalaman perwira tinggi di lingkungan TNI."Paspamres adalah satuan khusus yang sangat strategis untuk mengamankan secara langsung atau tidak pimpinan negara dan tamu negara. Untuk itu diperlukan prajurit yang berkualitas dan loyalitas tinggi," ujar Djoko.Dia berharap, motto Paspampres 'Setia Waspada' tidak dijadikan slogan semata. Prajurit Paspampres diminta menghayati motto itu dalam setiap tugasnya."Paspampres juga harus mengamati lingkungan dengan kepekaan yang tinggi dalam setiap tugasnya. Harus menjadi pegangan, bahwa menjaga dan menjamin keamanan Presiden, Wapres, tamu negara, dan menteri, adalah kehormatan diri dan bangsa," sambung Djoko.Sampai saat ini, lanjut dia, Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan seperti radikalisme, separatisme, dan aksi kekerasan yang mungkin muncul dalam sebuah dinamika bangsa dan alam demokrasi. Namun, meski anggaran TNI kecil, Djoko meminta hal itu tidak menyurutkan tekad dan kulitas kerja."Justru harus ditingkatkan dalam menghadapi tugas berat ke depan," tandasnya. (nvt/sss)


Berita Terkait