Agar Bernafas Panjang, Parpol Harus Usung Capres Kaum Muda
Kamis, 25 Okt 2007 23:15 WIB
Jakarta - Meski masih dua tahun lagi, bursa capres 2009 kemungkinan masih diwarnai wajah-wajah lama. Wajah baru dari kalangan muda belum muncul ke permukaan.Partai politik disarankan memberikan perhatian yang besar bagi kemungkinan peluang capres dari kalangan kaum muda. Jangan yang diusung selalu wajah lama."Sudah saatnya parpol memikirkan kaum muda sebagai capres alternatif. Karena selama ini, parpol masih tergantung orang-orang lama," ujar Direktur Indonesian Institute Anies Baswedan. Hal itu disampaikannya di sela-sela seminar menyambut Sumpah Pemuda yang bertema 'Nilai-nilai Sumpah Pemuda dan Ideologi Pancasila dalam Pembangunan Bangsa' di Hotel Crowne Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (25/10/2007).Anies mengatakan, jika parpol banyak merekrut dari kalangan muda, maka secara tidak langsung parpol tersebut memikirkan kepentingan partai dalam jangka panjang.Sebab menurut dia, survive-nya sebuah parpol tergantung dari kemauan politik parpol untuk mengakomodir kaum muda, baik ide pemikirannya maupun keberadaannya."Kalau anak muda tidak dapat kesempatan aktif di parpol, maka dia akan mencari aktivitas di luar," tutur Rektor Universitas Paramadina itu. Sistem rekrutmen dan regenerasi yang berlaku dalam internal parpol, menurutnya menjadi faktor yang menghambat peluang kaum muda untuk tampil dalam pentas politik, termasuk untuk maju sebagai capres.Kaum muda, lanjut Anies, harus berani merebut pengaruh parpol yang selama ini didominasi kaum tua. "Karena kalau mereka muncul sekarang, bukan tidak mungkin, tapi justru terhambat. Mereka sendiri harus serius merebut," cetusnya.Sementara itu, Ketua DPR Agung Laksono di tempat yang sama mengatakan, tidak masalah siapapun maju sebagai capres, termasuk dari kalangan kaum muda. "Yang penting adalah kemampuan kapasitas, moral, visi, dan integritasnya," kata Agung.Menurut politisi yang disebut-sebut juga berpeluang maju sebagai capres dari Partai Golkar ini, kaum muda harus mampu mengukur diri jika bertekad maju dalam pilpres."Ini yang paling fair,harus mengukur diri yaitu potensi diri sebelum mengukur yang lain sehingga bisa menempatkan diri," tandas Agung.
(rmd/aba)











































