Tak Bisa Melihat Belum Tentu Buta

Tak Bisa Melihat Belum Tentu Buta

- detikNews
Kamis, 25 Okt 2007 17:50 WIB
Jakarta - Banyak anak-anak yang tak bisa melihat disangka buta. Bahkan ada yang menyarankan anak yang tak melihat ini masuk ke sekolah SLB A. Padahal anak itu kemungkinan mengalami low vision.Low vision merupakan suatu kondisi terjadi kerusakan pada fungsi penglihatan dengan ketajaman kurang dari 6/18. Selain itu luas penglihatan kurang dari 10 derajat dari titik fiksasi."Secara potensial, si penderita dapat menggunakan penglihatannya untuk perencanaan atau pelaksanaan tugas. Kasus low vision ini 3-4 kali lebih besar dari angka kebutaan," kata Direktur Bina Komunitas Ditjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes Edi Suranto di Gedung Depkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (25/10/2007).Sementara Koordinator Pusat Layanan Low Vision Pertuni Agus Teguh Riyanto mengatakan, low vision merupakan suatu kondisi karena ketidakmampuan seperti cacat."Kalau sudah pakai kacamata, lalu dia baca juga nggak jelas baik dekat atau jauh, itu namanya low vision. Dan ini perlu alat bantu tambahan sepeti kaca pembesar, teleskop, dan lain-lain," ujar Agus.Agus menjelaskan, low vision umumnya menyerang seseorang yang sebelumnya sudah pernah mengalami tindakan medis, pengobatan, atau penggunaan kacamata."Low vision dari kecil harus dilatih, seperti bagaimana menulis supaya nggak kehilangan baris," imbuhnya.Menurut Agus, berdasarkan data prevalensi, anak penyandang low vision berjumlah 247.199 anak.Agus mencontohkan, seseorang yang mengalami low vision tak dapat melihat nasi yang berada di piring berwarna putih. Begitu pula saat melewati tangga yang semuanya berwarna putih.Penyebab low vision, lanjut Agus, ada beberapa kategori. Paling tinggi disebabkan karena lensa seperi katarak dan dislokasi lensa. Selanjutnya akibat retina seperti albino dan retinopathy diabet. (mly/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads