Tuding ada Calo Alutsista, Menhan Terancam Dimejahijaukan

Tuding ada Calo Alutsista, Menhan Terancam Dimejahijaukan

- detikNews
Kamis, 25 Okt 2007 17:43 WIB
Jakarta - Tudingan Menhan Juwono Sudarsono terkait adanya calo dalam pengadaan alutsista di lingkungan DPR bakal berbuntut panjang. Jika Menhan tidak dapat mengklarifikasi dan menunjukkan bukti, bukan tidak mungkin masalah ini akan berlanjut pada proses pengadilan."Saya bagian mengetok palu persetujuan usulan dari pemerintah untuk pengadaan alutsista. Tidak pernah tahu ada calo itu. Saya happy dengan pernyataan Menhan, karena akan membersihkan nama DPR kalau memang ada. Karena itu, tunjuk saja siapa yang dimaksud. Mohon Menhan memberikan bukti. Kalau tidak, ini fitnah namanya. Kalau perlu, jika tidak ada bukti, bisa ke pengadilan," ujar wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra.Hal tersebut ia sampaikan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/10/2007).Politisi PBB ini meminta Menhan tidak menerapkan peribahasa 'lempar batu sembunyi tangan'. Karena selain tidak gentle, tindakan tersebut akan merusak citra anggota DPR lainnya yang tidak terlibat sama sekali."Jangan lempar batu sembunyi tangan. Agar tidak menjadi fitnah, Menhan terus terang saja. Agar orang yang tidak tahu menahu tidak rusak nama baiknya," pinta Yusron.Yusron khawatir jika Menhan hanya melempar isu tanpa memberikan bukti akan memberikan kesan pada publik, ada persoalan di internal di Dephan, sehingga terus ditutupi dengan melempar isu pada institusi lain."Kita hanya tahu Dephan membeli apa, dan kita setuju atau tidak. Tetapi siapa rekanan dan supliernya, kita nggak pernah tahu. Hanya Dephan sendiri yang tahu. Jangan karena ada persoalan antarsuplier, isunya dilempar ke DPR," pinta Yusron.Yusron juga mempertanyakan tentang komisi pembelian senjata sebesar 30 persen yang diberikan oleh produsen senjata, meskipun sebenarnya itu sah secara aturan."Kalau mau transparan dan fair, kita juga ingin tahu kenapa uang komisi 30 persen dalam setiap pembelian alutsista. Apakah diberikan ke negara atau yang lain. Itu juga perlu perlu dijelaskan," tandasnya. (anw/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait