2 Spesialis Perampok Nasabah Bank Tewas Didor Polisi

2 Spesialis Perampok Nasabah Bank Tewas Didor Polisi

- detikNews
Kamis, 25 Okt 2007 14:44 WIB
Pekanbaru - Dua anggota kawanan bandit spesialis perampok nasabah bank di kawasan Jalan Lintas Timur (jalintim) Riau-Sumut tewas ditembak Polisi. Kedua mayat itu kini terbaring kaku di RS Bhayangkara Polda Riau."Mereka sudah lama menjadi target operasi kita. Mereka selalu beroperasi dengan menggunakan senjata api. Target mereka sebagian besar nasabah bank yang melintas di sepanjang Jalintim Riau menuju Sumut," ungkap Kapolres Kampar AKBP Muharram kepada detikcom di RS Polda Riau, Jl Kartini, Kamis (25/10/2007) di Pekanbaru.Kedua parampok yang badannya penuh tato itu kini terbujur kaku di RS Polda Riau. Dari mereka, polisi menyita dua senjata api jenis FN dan Bareta dengan 3 butir amunisi."Selama ini mereka melakukan perampokan di berbagai wilayah di kabupaten di Riau. Mulai dari Kabupaten Siak, Bengkalis, Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu. Mereka ini pemain lama yang menjadi momok warga di Riau," terang Muharram. Catatan polisi menyebutkan, mereka pernah merampok nasabah Bank BRI di Kandis dan berhasil menggondol Rp 200juta pada September lalu. Komplotan ini juga pernah merampok Rp 46 juta dari nasaban bank di Kampar."Dalam aksinya mereka ini akan membuntuti korbannya mulai dari bank sampai menuju tempat terakhirnya. Ketika dalam perjalan itulah, mereka merampok dengan ancaman pistol," kata Muharram.Dia menjelaskan, perampok ini berhasil disergap pihak kepolisian pada Rabu (24/10/2007) sekitar pukul 20.20 WIB. Saat itu keduanya tengah mabuk-mabukan di salah satu warung minuman keras di Desa Tapung Kiri Kabupaten Kampar."Saat tim kita tengah menyergap, perampok ini malah menunjukkan sikap perlawanan. Mereka mengarahkan sejata apinya ke tim kita. Saat itu juga, tim pernyergapan menembak keduanya," terang Muharram.Kedua perampok ini adalah, Indra Madura (37) alias Waluyo, tewas dengan 4 peluru bersarang di punggungnya. Satunya lagi, Indra (34) tewas dengan 6 peluru. Empat peluru bersarang di bagian dadanya dua peluru dibagian kakinya."Keduanya merupakan warga Tapung Kiri. Kami masih akan meburu kawanan perampok lainnya yang diperkirakan masih satu geng dengan mereka," ungkap Muharram. (cha/djo)


Berita Terkait