Bocah 14 Tahun Tewas Diinjak Gajah Liar di Riau

Bocah 14 Tahun Tewas Diinjak Gajah Liar di Riau

- detikNews
Kamis, 25 Okt 2007 13:43 WIB
Pekanbaru - Nasib apes menimpa Rusli (14). Dia tewas mengenaskan dengan kepala luka parah karena diinjak gajah liar yang tengah mengamuk di Kabupaten Bengkalis Riau. Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kini turun ke lapangan.Kepala BKSDA Riau, Rahmad Sidik mengungkapkan hal itu saat dihubungi detikcom, Kamis (25/10/2007) di Pekanbaru. Rahmad menjelaskan, untuk kesekian kalinya kasus warga tewas diinjak gajah liar kembali terjadi. Semua ini tidak terlepas semakin menyempitnya habitat gajah akibat untuk berbagai kepentingan."Kita sudah menerima laporan dari lapangan, bahwa ada dua orang menjadi korban amuk gajah. Yang satu meninggal dunia, sedangkan satu lagi mengalami luka-luka. Kita sudah menurunkan tim BKSDA untuk melakukan survei lapangan dalam mengatasi konflik gajah dengan manusia ini," kata Rahmad.Dia menjelaskan, yang menjadi korban amuk gajah itu adalah Rusli dan ayahnya Nasir (42 tahun), warga Desa Petani Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, Riau, atau terpaut sekitar 150 km arah utara dari Pekanbaru.Peristiwa naas itu terjadi pada Rabu (24/10/2007) sekitar pukul 18.20 WIB saat azan magrib berkumandang. Dua orang anak dan bapak ini, baru saja pulang dari kedai yang ada di pinggir jalan lintas timur menghubungkan Riau dan Sumut.Dari sana, Rusli membonceng sang bapak pulang ke rumah mereka dengan mengendarai sepeda motor. Menjelang hanya sekitar 250 meter dari rumah, tanpa sadar di sebelah kiri badan jalan beraspal berdiri tegak gajah liar yang diperkirakan tingginya lebih dari 3 meter. Gajah liar ini pun melintas menyeberangi badan jalan tersebut. Karena suasana yang mulai gelap, tanpa sadar Rusli yang membawa sepeda motor itu melanggar kaki gajah yang tengah melintas. Akibatnya, sepeda motor pun terjungkal ke kiri badan jalan dan keluar dari aspal.Lantas gajah liar ini berbalik arah. Dengan spontan gajah liar ini menuju ke arah Rusli yang tergeletak karena terjatuh tadi. Saat itulah, dengan ganas gajah liar ini menginjak kepala Rusli hingga terbenam ke tanah. Kondisi kepalanya pun remuk sehingga sulit untuk dikenali lagi."Untunglah sang ayahnya selamat dari korban amuk gajah itu. Tapi kondisinya juga mengalami luka-luka akibat terjatuh. Kini sang bapaknya tengah dirawat di puskesmas terdekat. Namun kabar yang kami terima, Nasir itu belum bisa diajak bicara, kayaknya masih trauma," terang Rahmad.Masih menurut Rahmad, laporan dari warga bahwa di desa mereka ada kelompok gajah liar yang tengah mengitari desa mereka. Diperkirakan gajah liar itu merupakan gajah yang memang berada di Kabupaten Bengkalis. Persoalannya, gajah liar terpaksa meninggalkan habitatnya karena kondisi alamnya yang sudah banyak berubah menjadi perkebunan kepala sawit serta terjadinya praktik illegal logging."Kalau kita lihat dari peta, kawasan di desa itu sebenarnya selama ini menjadi wilayah jelajah gajah. Tapi selama ini posisi gajah tetap saja dipersalahkan, malah dianggap sebagai hama. Padahal gajah itu tidaklah akan masuk perkampungan kalau habitatnya tidak diganggu," kata Rahmad. BKSDA Riau sampai saat ini belum dapat menyimpulkan akan dikemanakan gajah liar yang ada di desa tersebut. Sebab, hampir semua kawasan kantong-kantong gajah liar di Riau sudah rusak."Kita belum berani menyimpulkan soal penanganan gajah. Kalau kita pindahkan ke lokasi yang lain, malah nanti di lokasi yang baru itu juga akan menimbulkan konflik baru lagi. Jadi sepanjang semua pihak tidak menjunjung tinggi kelestarian hutan, maka sepanjang itu pula konflik akan terus terjadi," terang Rahmad. (cha/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait