Lapas Perempuan Ambon Rilis 'Beta Puan' agar Proses Jenguk Napi Efisien

Lapas Perempuan Ambon Rilis 'Beta Puan' agar Proses Jenguk Napi Efisien

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 17 Apr 2026 13:29 WIB
Lapas Perempuan Ambon Rilis  Beta Puan
Lapas Perempuan Ambon Rilis 'Beta Puan' (dok. Istimewa)
Jakarta -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon merilis aplikasi layanan digital 'Beta Puan'. Aplikasi ini dibuat agar proses pendaftaran pengunjung lapas tidak lagi manual.

'Beta Puan' diharapkan dapat memudahkan keluarga atau kerabat warga binaan pemasyarakatan (WBP) alias narapidana (napi) yang hendak melakukan kunjungan. Pengunjung disebut cukup mengakses aplikasi untuk memilih jadwal kunjungan.

Dilansir situs resmi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), calon pengunjung wajib memasukkan data diri di aplikasi 'Beta Puan'. Di aplikasi tersebut, pengunjung dapat memilih waktu kunjungan sehingga tak usah antre panjang pada hari-H.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aplikasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung transformasi digital sekaligus memberikan pelayanan yang lebih cepat, tertib, dan transparan kepada masyarakat," kata Kepala Lapas Perempuan Ambon, Hesta Van Harling.

Hesta mengaku kini pihaknya tak lagi memakai sistem manual dalam mengelola pengunjung lapas. "Sejak diluncurkannya aplikasi Beta Puan, layanan kunjungan kami tidak lagi menggunakan sistem manual," tambah dia.

Tak hanya keluarga, petugas lapas pun dimudahkan dengan 'Beta Puan'. Petugas lapas pun jadi lebih mudah mengawasi pengujung.

"Semua telah terintegrasi secara digital sehingga memudahkan keluarga warga binaan dan membantu petugas dalam mengatur jadwal kunjungan secara lebih efektif," jelas Hesta.

Bagaimana respons pengunjung lapas soal aplikasi ini? ""Sekarang tidak perlu lagi datang pagi-pagi hanya untuk antre," kata salah satu pengunjung, Salahudin Halim.

Salahudin menyebut dirinya memilih jam kunjungan yang tersedia di aplikasi. Setiba di lapas sesuai jadwal, ia langsung dapat kesempatan berkunjung ke dalam.

"Tinggal daftar lewat aplikasi, datang sesuai jadwal, dan prosesnya cepat. Sangat membantu kami sebagai keluarga warga binaan," ungkap dia.
Layanan PRIMA.

Inovasi layanan Lapas Perempuan Ambon ini senafas dengan slogan kerja Kemenimipas, yakni PRIMA. Menteri Imipas Agus Andrianto, dalam syukuran Hari Bakti ke-1 Kemenimipas, menjabarkan kepanjangan PRIMA yakni professional, responsive, integritas, modern dan akuntabel.

Menteri Agus menerangkan profesional yang dimaksud terkait kinerja berbasis data, kompetensi dan standar pelayanan. Lalu maksud responsif adalah peka terhadap kebutuhan publik dan dinamika global.


Ketiga, integritas sebagai pondasi kepercayaan masyarakat. Kemudian modern dalam tata kelola teknologi dan budaya kerja. Kelima adalah akuntabel dalam setiap penggunaan anggaran, kewenangan dan pelayanan.

"Nilai PRIMA bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi DNA organisasi, menjadi karakter setiap insan imigrasi dan permasyarakatan dalam melayani tugas-tugas kenegaraan," ujar Menteri Agus di lapangan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA, Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim), Rabu (19/11/2025).

Tonton juga video "Lapas Banjarbaru Gelar Razia dan Tes Urine Napi hingga Petugas"

(aud/zap)



Berita Terkait