Analisis Pakar soal Peluang Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang

Analisis Pakar soal Peluang Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 17 Apr 2026 07:54 WIB
Bendera Iran dan AS
Ilustrasi. bendera Iran dan AS (Foto: Reuters)
Jakarta -

Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan berakhir buntu. Lantas apakah gencatan senjata selama 2 minggu bakal diperpanjang?

Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah mengutarakan ada kemungkinan gencatan senjata selama 2 minggu diperpanjang. Namun, ada syaratnya.

"Gencatan senjata masih mungkin diperpanjang, andaikan AS dan Iran berani memberikan toleransi sedikit namun terukur, atas kebijakan yang selama ini sangat kuat dipegang," ujar Rezasyah kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rezasyah mengatakan kesepakatan gencatan senjata bisa saja tercapai bila AS tak melulu menekan Iran untuk membongkar fasilitas nuklirnya. "Bagi Iran, bersedia menerima evaluasi dari IAEA (International Atomic Energi Agency), perihal derajat Nuklir yang telah diperkaya, sepanjang masih di bawah potensi menjadi senjata Nuklir," kata Rezasyah.

Terkait kegagalan negosiasi antara AS-Iran, Rezasyah berharap Pakistan membagikan informasi soal penyebab-penyebab yang mengganggu jalannya negosiasi. "Misalnya, telpon dari Gedung Putih dan Tel Aviv, yang menekan delegasi AS untuk terus melaporkan perkembangan negosiasi," jelasnya.

Diketahui, gencatan senjata 2 minggu antara AS dan Iran disepakati sejak Selasa (7/4). Jika dihitung 2 minggu, maka gencatan senjata sementara itu berakhir pada Selasa (21/4).

Negosiasi AS dan Iran sempat dihelat di Pakistan. Namun, ternyata tidak ada kesepakatan yang tercapai antara AS dan Iran.

Kedua negara ini saling tuding penyebab kegagalan negosiasi. Presiden AS Donald Trump langsung memerintahkan angkatan laut AS untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran dan menempatkan kapal perang di Selat Hormuz.

Iran pun seketika mengancam bakal meledakkan kapal-kapal AS yang berlayar di Selat Hormuz.

Tonton juga video "Netanyahu Mau Gencatan Senjata dengan Lebanon tapi Ogah Tarik Pasukan"

Halaman 2 dari 2
(isa/ygs)


Berita Terkait