4 PO Nakal Selama Lebaran Dapat Kado Sanksi

4 PO Nakal Selama Lebaran Dapat Kado Sanksi

- detikNews
Kamis, 25 Okt 2007 10:11 WIB
Jakarta - Kado sanksi untuk mereka yang nakal. 4 Perusahaan otobus (PO) nakal selama Lebaran. Sanksi peringatan sampai pencabutan izin pun menanti."Ada tiga PO yang melakukan pelanggaran kenaikan tarif 20-58 persen di atas batas atasnya," ujar Dirjen Perhubungan Darat Dephub Iskandar Abubakar usai penutupan Posko Nasional Angkutan Lebaran di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta (25/10/2007).Keempat PO tersebut adalah PO Maju Utama dan PO Dahlia yang berasal dari Jatim, serta PO Harta Sanjaya dari Jateng."Ditemukan lagi di Bali, PO asal Jateng, namanya PO Santoso. Pelanggarannya menelantarkan penumpang," kata dia.Untuk menentukan sanksinya, lanjut Iskandar, Dephub akan melakukan klarifikasi dengan Dinas Perhubungan setempat. Sanksi yang paling rendah akan mendapatkan peringatan, pembekuan operasi sementara, tidak diizinkan lagi meminta trayek. Sanksi yang paling berat yakni pencabutan izin usaha."Penjatuhan sanksi rencananya pertengahan November," kata Iskandar.Sementara hasil evaluasi Dephub dalam musim Lebaran tahun ini, pemudik yang menggunakan angkutan umum darat, laut maupun udara meningkat tipis sebesar 8,86 persen dibandingkan dengan tahun 2006, yakni dari 13.233.781 penumpang menjadi 13.347.761 penumpang.Sedangkan untuk periode arus mudik 2007 yang menggunakan angkutan umum, sejak H-7 hingga H+2 mengalami penurunan sebesar 4,54 persen dibanding tahun 2006, yaitu dari 7.137.926 penumpang menjadi 6.813.801 penumpang.Untuk periode arus balik, mulai H+1 hingga H+7 mengalami peningkatan sebesar 7,19 persen dibanding tahun 2006, yaitu dari 6.095.855 penumpang menjadi 6.533.960 penumpang.Penggunaan sepeda motor masih cukup tinggi, yaitu meningkat 14,33 persen dari 1.856.619 kendaraan menjadi 2.122.697. Lebih rendah dari perkiraan Dephub yakni 31,29 persen.Sedangkan volume lalu lintas keluar masuk kendaraan di wilayah Jabodetabek selama Lebaran mengalami peningkatan sebesar 9,02 persen dibanding 2006. Yaitu dari 3.603.236 kendaraan menjadi 3.930.847 kendaraan. (anw/sss)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads