Dubes Saudi Bantah Ada Pangkalan Militer AS, Sebut Kerja Sama AS dan Saudi Perangi ISIS

Dubes Saudi Bantah Ada Pangkalan Militer AS, Sebut Kerja Sama AS dan Saudi Perangi ISIS

Adhfar Aulia Syuhada - detikNews
Rabu, 15 Apr 2026 16:53 WIB
Dubes Arab Saudi untuk RI Faisal Abdullah Al Amoudi (ketiga dari kiri) saat pertemuannya dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kedua dari kiri). (Adhfar/detikcom)
Dubes Arab Saudi untuk RI Faisal Abdullah Al Amoudi (ketiga dari kiri) saat pertemuannya dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani (kedua dari kiri). (Adhfar/detikcom)
Jakarta -

Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk RI Faisal Abdullah Al Amoudi membantah adanya pangkalan militer milik Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi. Faisal menyayangkan adanya serangan dari Iran kepada negara teluk, termasuk Arab Saudi.

"Sangat disayangkan sekali lagi bahwa negara-negara Arab Teluk dan juga negara-negara Arab lainnya, negara Islam lainnya mengalami serangan melalui balistik dan juga drone, dan sangat disayangkan serangan itu datang dari sebuah negara muslim. Dan alasan yang dikemukakan oleh Iran tentu sangat tidak masuk akal, alasan bahwa penyerangan itu karena negara-negara tersebut menjadi tempat pangkalan militer Amerika. Padahal sebenarnya hal itu adalah tidak benar," ujar Faisal Abdullah Al Amoudi saat pertemuannya dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan sejumlah ulama di Rumah Dinas Kedubes Arab Saudi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Faisal menyebut serangan yang dilakukan Iran menyerang fasilitas-fasilitas milik AS. Dia menyebut adanya angkatan militer AS dan Arab Saudi merupakan upaya kerja sama kedua negara untuk memerangi ISIS.

"Serangan itu dilakukan oleh Iran kepada terhadap fasilitas-fasilitas Amerika dan beberapa kantor yang berafilisasi kepada kedutaan. Perlu kami tekankan bahwa angkatan militer yang ada di Kerajaan Arab Saudi adalah merupakan bagian dari upaya kerja sama antara kedua negara (AS dan Arab Saudi) dalam memerangi yang disebut ISIS," ujarnya.

Faisal menyebut Arab Saudi selalu bersikap bijak dan tidak terprovokasi dalam konflik ini. Dia menyebut Arab Saudi mengedepankan solusi diplomatik untuk menyelesaikan konflik tersebut.

"Kita sampai saat ini selalu mengedepankan sikap yang bijak, menahan diri, tidak terprovokasi, dan kita selalu mengedepankan solusi diplomatik untuk penyelesaian krisis ini," katanya.


Faisal kembali menegaskan Arab Saudi dalam kondisi aman dan stabil menghadapi penyelenggaraan ibadah haji. Dia berdoa agar para jemaah haji berada dalam keadaan selamat.

"Kami mengonfirmasi dan menegaskan bahwa kerajaan Arab Saudi dalam keadaan aman dan stabil, alhamdulillah. Dan tentu kita berdoa semoga para jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini berada dalam keadaan selamat dan kembali dalam keadaan selamat, semua ibadahnya diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala," katanya.

Lihat juga Video: Qatar Kecam Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Wilayahnya

(fca/fca)


Berita Terkait