Demam Tinggi, 7 Bocah Diawasi Dinas Kesehatan Riau

Demam Tinggi, 7 Bocah Diawasi Dinas Kesehatan Riau

- detikNews
Rabu, 24 Okt 2007 14:20 WIB
Pekanbaru - 7 Bocah warga Desa Mempera Hulu, Siak, yang mengalami demam tinggi kini dalam pengawasan Dinas Kesehatan Riau. Kondisi kesehatan ketujuh bocah tersebut belum masuk kategori suspect flu burung.Hal tersebut disampaikan Kasubdin Pelayanan Kesehatan dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Riau Burhanuddin Agung dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (24/10/2007)."Kita belum dapat menyimpulkan bila anak-anak itu terserang flu burung. Hanya saja anak-anak itu memang mengalami gejala demam tinggi," kata Burhanudin.Burhanudin menambahkan, sebelumnya tim kesehatan provinsi dan kabupaten melakukan survei suspect flu burung di desa Menpera Hulu. Hal ini terkait meninggalnya pasien suspect flu burung bernama Gozi Setia Ningsi (10) asal desa tersebut. Gozi meninggal setelah di rawat di ruang isolasi Flu Burung RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru."Survei ini juga dilakukan karena ditemukan 3 ekor ayam mati mendadak sepekan sebelum lebaran. Atas dasar itulah, kita kelapangan dan di sanalah kita menjaring 7 bocah tadi mengalami demam tinggi namun belum ada kesimpulan pasti suspect flu burung," terang Agung.Namun, sambung Agung, hasil tes terakhir menyebutkan Gozi negatif flu burung. Gozi meninggal karena mengidap penyakit lain."Artinya, pasien yang sebelumnya kita sebut-sebut suspect flu burung ternyata negatif," terang Agung.Kendati demikian, hal ini bukan berarti Dinkes Riau dan Siak, berpangku tangan dalam masalah ini. Mereka tetap akan memantau ketujuh bocah tadi. Pemantauan intensif ini diperlukan karena di desa tersebut sempat ditemukan ayam mati mendadak.Ketujuh anak-anak itu sendiri, merupakan tetangga Gozi. Mereka adalah Sl (8) warga RT 04 Merempan Hulu dengan kondisi mimisan. SI (10) warga RT 05, AA (1,1) warga RT 06, Yl (10) warga RT 06, Ll (2,6) warga RT 06, Dewa (1,1) warga RT 06 dan RI (8,5) juga warga RT 06 Desa Merampan Hulu."Mereka mengalami gejala demam selama dua hari, sepekan setelah lebaran. Terlepas pasien bernama Gozi meninggal bukan karena suspect flu burung, namun anak-anak itu masih dalam pemantaun intensif sampai 21 hari mendatang," kata Agung.Ketujuh anak ini telah diperiksa kesehatannya tim dokter RSUD Siak. Tapi pemeriksaaan ini belum sampai pada pengambilan sample darah atau lendir tenggorakan. "Pemeriksaan RUSD Siak baru biasa saja, belum sampai memenuhi standarisasi terhadap pasien flu burung. Tapi hal ini juga tidak kita anggap sepele. Kita tetap memantau mereka," kata Agung. (cha/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads