Korban Cuaca & Kesuksesan Amrik

Kebakaran California

Korban Cuaca & Kesuksesan Amrik

- detikNews
Rabu, 24 Okt 2007 11:03 WIB
Los Angeles - Kebakaran yang melanda kawasan liar California seluas 1.000 km persegi diakibatkan kombinasi cuaca dan kesuksesan pertumbuhan ekonomi California. California memiliki curah hujan terendah di Amerika Serikat."Kami memiliki cuaca Mediterania. Kami memiliki cuaca kering dan panas di musim panas, kami memiliki curah hujan terendah tercatat di Los Angeles," ungkap pengajar geografi di Universitas California Selatan, Travis Longcore, seperti dilansir AFP, Rabu (24/10/2007).Kelembaban dan curah hujan yang rendah ini merupakan cuaca yang pas untuk munculnya kebakaran hutan. Sehingga, para ahli memprediksi krisis kebakaran yang membuat 500.000 warga California mengungsi dan 1.300 rumah terbakar ini akan terjadi selama berbulan-bulan."Berkombinasi dengan tampilan yang unik, pegunungan yang besar, tekanan tinggi udara yang terbentuk di barat Amerika Serikat tahun ini, mendorong udara melalui celah gunung," imbuh Longcore.Akibatnya, muncullah kekeringan yang menakjubkan, dengan angka kelembaban di bawah 10. "Membentuk sebuah sistem alamiah yang secara alamiah terbakar pada saat tertentu," tambah Longcore.Penjelasan Longcore ini diperkuat keterangan juru bicara Dinas Kehutanan AS Robin Prince. Prince menyebutkan, kesulitan utama pemadaman api adalah cuaca yang berangin."Angin membuat api berpindah dengan sangat cepat, sehingga petugas pemadam tak bisa mengatasinya," kata Prince.Nah, problem bertambah rumit dengan berkembangnya kawasan yang dahulunya liar menjadi hunian manusia. Menurut Longcore yang juga Direktur Riset Ekologi Perkotaan, pertumbuhan penduduk California berperan dalam menciptakan kondisi untuk kebakaran.Populasi California meningkat dari 33,8 juta pada 2000 menjadi 37,7 juta pada tahun 2007. Orang-orang berdatangan ke kawasan pinggiran, tergiur dengan perekonomian dan cuaca 300 hari cahaya matahari dalam setahun."Banyak orang pindah dari pusat kota karena mereka mampu, seperti di San Diego, di mana sub urban agak makmur dan beberapa orang pergi ke luar lagi ke pinggir karena lebih murah," kata Longcore.Pola ini sudah terjadi sejak tahun 1960-an. Para perencana kota tak mempermasalahkan itu, karena berpikir kawasan seperti itu masih daerah pertanian, liar dan berbahaya dengan kata lain, bukan perkotaan. (aba/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads