Bank Sumut Diminta Blokir Dana Christian Centre

Bank Sumut Diminta Blokir Dana Christian Centre

- detikNews
Selasa, 23 Okt 2007 20:48 WIB
Medan - Dugaan korupsi aliran dana APBD Sumatera Utara (Sumut) senilai Rp 5 miliar untuk pembangunan Christian Centre di Medan terus berlanjut. Bank Sumut diminta untuk memblokir dana tersebut karena terindikasi dikorupsi.Permintaan pemblokiran rekening itu disampaikan Persatuan Umat Kristen Sumatera Utara (PUKSU), melalui sebuah surat yang ditandatangani Ketua PUKSU, RAJ Sinambela dan Sekretaris Sori G Simare-mare, Selasa (23/10/2007)."Pada hari ini, kita sudah menyurati Direksi Bank Sumut, untuk memblokir dana tersebut, sampai ada proses penyelesaian hukum yang tetap dan administrasi yang benar dari lembaga yang berwenang untuk itu," kata RAJ Sinambela di kantornya, Jalan Kolonel AE Kawilarang, Medan.Rekening yang dimaksud yakni atas nama Panitia Pembangunan Christian Centre, bentukan Yayasan Yayasan Keumatan Kristen Sumut (YKKSU).Pemblokiran oleh Bank Sumut itu, kata Sinambela, akan bermanfaat bagi Bank Sumut untuk menghindari tersangkut masalah hukum di kemudian hari.Menurut Sinambela, hingga saat ini pihaknya bersama Pesatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Sumut masih mengupayakan agar dana tersebut bisa diperoleh PGI Sumut, sebagaimana harusnya, sehingga pembangunan Christian Centre itu bisa segera dilakukan."Seharusnya dana tersebut untuk umat, dan dikelola PGI. Jangan dipolitisasi perorangan dalam sebuah kelompok yayasan yang mengatasnamakan umat. Ini sama seperti zaman Soeharto saja," ujar Sinambela didampingi Simare-mare.Dugaan korupsi Rp 5 miliar APBD Sumut itu bermula dari permintaan dana oleh PGI Sumut kepada Pemprop Sumut untuk pembangunan Christian Centre. Permintaan itu dipenuhi, namun saat pencairan dana tersebut, pada 26 Juli 2007, justru diterima Nelson Parapat, selaku Ketua Panitia Pembangunan Christian Centre yang dibentuk Yayasan Keumatan Kristen Sumut (YKKSU) yang juga diketuai Nelson Parapat.PUKSU keberatan sebab PGI Sumut sudah membentuk panitia Pembangunan Christian Centre yang diketuai JA Ferdinandus. Sementara Nelson Parapat tidak ada kaitan apa-apa dengan rencana pembangunan Christian Centre yang akan dibangun di Komplek PGI Jalan Selamat Ketaren, Medan. (rul/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads