JK: Susahnya Jadi Wapres, Semua Dipikir Politik

JK: Susahnya Jadi Wapres, Semua Dipikir Politik

- detikNews
Selasa, 23 Okt 2007 18:36 WIB
Jakarta - Setiap tugas besar disertai tanggung jawab besar. Setiap pekerjaan pastiada risikonya. Demikian juga dengan pekerjaan dan tugas sebagai Wapres. Selain suka, ada juga dukanya. Terkait risiko jadi wapres, JK punya jawabannya."Ini susahnya jadi Wapres. Semua dipikir politik. Saya keliling daerah untuk silaturahmi, dipikirnya safari politik. Saya sudah jelaskan ini berkali-kali," beber JK.Hal itu disampaikan dia saat bersilaturahmi dengan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al Hikam, Kukusan, Beji, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/10/2007)."Kalau nanti di belakang hari mau ada sesuatu ya dipikirkan di belakang hari," sambung dia.Sebelumnya, JK bersilaturahmi kepada beberapa tokoh nasional seperti GusDur dan Akbar Tandjung.Dalam silaturahmi itu, JK duduk lesehan berdampingan dengan Hasyim. Pemandangan itu memunculkan celetukan-celetukan pembawa acara."Kalau sudah sama-sama seneng ya diresmikan saja. Lihat saja, Pak JK dan Pak Hasyim duduknya sudah jejeran begitu. Ini bisa dibicarakan nanti," kelakar pembawa acara yang disambut gerr hadirin.Standar InternasionalHasyim Muzadi menyampaikan kepada JK, Ponpes Al Hikam 2 akan dibangun menjadi ponpes berskala internasional.Ponpes ini dibangun di dekat kampus UI Depok dan dibangun di atas tanah seluas 1,4 hektar. Harga tanahnya adalah Rp 225.000 per meter persegi.Menurut Hasyim, saat ini sulit mencari ulama kelas dunia. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan membangun ponpes berstandar internasional."Jadi kita tidak hanya sekolah di luar negeri saja. Orang luar negeri juga sekolah di sini," kata Hasyim.JK pun menyempatkan salat Magrib di masjid yang juga baru saja dibangun di kompleks ponpes itu. Dengan berpayung merah, JK berjalan menerobos hujan menuju masjid. (nvt/asy)


Berita Terkait