Agung: Sabotase Penambat Rel KA Bentuk Teror Baru
Selasa, 23 Okt 2007 14:47 WIB
Jakarta - Bagi Ketua DPR Agung Laksono, jika hanya 1 hingga 2 meter penambat rel KA dicuri itu mungkin tindakan iseng. Tetapi kalau sampai 60 meter, itu sudah masuk kategori teror baru."Ini sudah berencana, sistematis, dan tindakan sabotase. Ini bentuk teror baru yang mengancam," kata Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/10/2007).Agung meminta aparat intelijen dan kepolisian harus mengambil tindakan dan mengungkap pelakunya."Karena kalau dibiarkan bisa merembet ke sektor transportasi lain. Jadi harus tegas. Masyarakat juga harus diajak dilibatkan mengamankan rel kereta," ujar politisi Partai Golkar ini.Penambat rel sepanjang 60 meter di Km 101+9/0 dari Stasiun Kaliyoso ke Stasiun Solo dilepas orang tidak dikenal pada Senin 22 Oktober pukul 22.15 WIB.Sabotase menyebabkan KA Matarmaja jurusan Malang-Pasar Senen ditahan di Stasiun Solokota untuk menunggu perbaikan penambat rel yang dirusak.
(aan/sss)











































