Musim Hujan Mengintai
Titik Banjir Jakarta Bertambah
Selasa, 23 Okt 2007 14:03 WIB
Jakarta - November hendak menjelang. Awan gelap kerapkali menggelayut. Dan seperti biasanya, musim penghujan di ujung pintu.Bagi Jakarta, musim hujan ditanggapi was-was. Sebab, hujan besar bertendensi banjir yang sangat merepotkan.Lebih merepotkan lagi, titik rawan banjir belum banyak berubah, bahkan cenderung meningkat. Menurut pantauan detikcom, di Jakarta Utara, beberapa titik kawasan masih berpotensi banjir.Wilayah Kelapa Gading, sebagian Sunter, Cilincing, dan kawasan Teluk Gong masih menjadi primadona banjir. Demikian juga Jl Yos Sudarso, Lodan,dan Jl Kapuk Muara belum beranjak dari ancaman banjir."Yos Sudarso perlu ditinggikan. Kalau nggak, jalur busway baru bisa kena," kata Kepala Admintrasi Sarana Perkotaan (ASP) Jakarta Utara, Yuliadi saat dihubungi wartawan, Selasa (23/10/2007).Alasan utama masih tingginya ancaman banjir karena tidak adanya perbaikan hidran yang signifikan. Sodetan kali Sunter yang menghubungkan Sungai Sunter menuju Waduk Sunter, belum selesai terbangun. Padahal, sodetan ini sangat diperlukan untuk membuang derasnya sungai Sunter. Bila tidak, luapan air akan meluber hingga menenggelamkan sebagian Pulo Mas, Kelapa Gading, sebagian Sunter hingga Plumpang dan Tanjung Priok."Eh, kalau itu urusan DPU," kelit Yuliadi saat disinggung mengenai belum selesainya sodetan tersebut. Kondisi ini diperparah dengan berkurangnya lahan serapan air untuk pembangunan pusat belanja dan perkantoran Sunter Point yang cukup menyita tempat.Di Jalan Lodan, tepatnya di pertigaan pintu utama Ancol dan di depan WTC Mangga Dua, ancaman banjir karena kondisi tanah lebih rendah daripada air laut. Di hari-hari biasa, saat air laut pasang pun, sebagian jalan terendam air laut. Solusinya, kawasan tersebut hanya mengandalkan pintu air Ancol untuk menjaga stabilitas wilayah Pademangan itu.Bergerak ke timur, kawasan Pluit hingga perbatasan Tangerang titik banjir terkonsentrasi di Pintu Sembilan dan Teluk Gong. Daerah itu menjadi langganan banjir setiap tahun. Bila hujan dua jam terus menerus, dipastikan wilayah tersebut terkena banjir.
(Ari/nrl)











































