Walhi Tolak Kontrakan Hutan Indonesia ke Negara Asing
Selasa, 23 Okt 2007 13:03 WIB
Denpasar - Aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali demo menolak hutan Indonesia dikontrakkan ke negara-negara maju. Aksi ini digelar menjelang pertemuan PBB tentang perubahan iklim di Bali Desember 2007.Demo diikuti 20 orang di perempatan Matahari, Jl Sudirman, Denpasar, Selasa (23/10/2007). Dalam aksinya mereka membawa spanduk besar bertuliskan "Hutan Kita Bukan Toilet Negara Maju". Demonstran juga menggelar poster yang isinya menolak hutan Indonesia dikontrakkan kepada negara-negara maju, seperti "Stop jadi Calo Real Estate Hutan Indonesia", "Carbon Sink=Perampasan Hak Masyarakat Adat", "serta 1 hektar = Rp 50.000 + penebusan dosa, No Way". Dalam aksinya, mereka juga menggelar treatikal yang menggambarkan hutan dijaga oleh rakyat mencegah negara maju menguasai hutan tropis untuk dijadikan penyerapan karbon."Menolak mekanisme Carbon Sink masuk dalam CDM karena bukan jawaban atas perubahan iklim. Menuntut negara maju bertanggungjawab dengan memberikan kompensasi bagi negara berkembang sebagai bentuk hutan ekologis," kata Koordinator aksi Agung Wardana. Direktur Walhi Bali Ni Nyoman Sri Widhiyanti mengatakan pemerintah Indonesia berencana mengontrakkan hutan tropis untuk dijadikan hutan penyerap karbon dari emisi yang dikeluarkan negara maju. Hutan seluas 91 juta hektar ini ditawarkan dengan harga $ 5-20 US per hektar. "Mekanisme ini bukanlah jawaban atas akar masalah perubahan iklim. Negara maju yang mengeluarkan uangnya agar mendapatkan 'surat ijin' untuk tetap berhak mencemari atmosfir tanpa harus menurunkan emisi mereka. Ini adalah akal-akalan negara maju untuk secara legal mencemari lingkungan," kata Sri.
(gds/djo)











































