Perjalanan Panjang Prabowo dengan IPSI hingga Silat Mendunia

Perjalanan Panjang Prabowo dengan IPSI hingga Silat Mendunia

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Apr 2026 19:55 WIB
Prabowo menghadiri Munas ke-XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/3/2026).
Prabowo menghadiri Munas ke-XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/3/2026). (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengungkap cerita perjalanan panjangnya memimpin Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), yang telah ia jalani selama lebih dari tiga dekade. Ia menilai dedikasi tersebut menjadi bagian dari upaya membawa pencak silat tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga dikenal dan berkembang di kancah dunia.

Nostalgia perjalanan Prabowo di bidang pencak silat itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVI IPSI yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/3/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo bernostalgia mengenang 34 tahun memimpin organisasi tersebut.

Prabowo menghadiri Munas ke-XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/3/2026).Prabowo menghadiri Munas ke-XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/3/2026). Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Prabowo bercerita kecintaannya terhadap pencak silat tidak lepas dari pengaruh keluarga. Ia menyebut sang kakek merupakan salah satu penggemar sekaligus pendiri perguruan pencak silat Setia Hati di Madiun sejak sebelum kemerdekaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ingin sedikit bernostalgia, karena kakek saya salah satu juga penggemar dan pendiri perguruan pencak silat di Madiun, Setia Hati, itu tahun sebelum kemerdekaan," kata Prabowo.

Ia mengatakan sang kakek tetap rutin berlatih hingga usia lanjut, termasuk latihan pernapasan. Selain itu, orang tuanya juga pernah lama menjadi pembina di IPSI.

"Dan beliau latihan sampai lanjut usia di ruangan beliau, pernapasan dan sebagainya. Kemudian orang tua saya juga salah satu pembina pengurus besar IPSI cukup lama juga. Sehingga bagi saya, pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa," ujarnya.

Prabowo juga berbagi pengalaman saat menempuh pendidikan militer di Akademi Militer. Ia mengatakan berbagai cabang bela diri menjadi materi wajib dalam akademi militer.

"Saudara-saudara sekalian, waktu saya masuk tentara di Akademi Militer, memang kita sudah diwajibkan belajar berbagai bela diri. Kita diwajibkan belajar judo, itu wajib, tinju, wajib, dan pencak silat sudah mulai diajarkan hampir semua, anggar pun kita wajib," ujarnya.

Pengalaman tersebut berlanjut saat ia bertugas di satuan elite TNI, di mana pencak silat juga menjadi bagian dari pelatihan. Prabowo menyebut, saat itu para prajurit diwajibkan mempelajari aliran Merpati Putih yang dibina oleh tokoh militer.

"Jadi saudara-saudara, saya kira ini alamiah. Begitu saya masuk dinas saya pertama di Pasukan Khusus, ya di Baret Merah waktu itu, itu juga diwajibkan kita belajar pencak silat karena dulu salah satu pembina Angkatan Darat yaitu Jenderal Moeng Parhadimulyo, bekas Komandan RPKAD, beliau juga pembina Merpati Putih. Jadi kita semua harus belajar Merpati Putih," ucapnya.

"Kemudian matah-matah itu juga dulu bisa juga aku, matah-matah. Dulu, masih ada bekas-bekas luka sedikit," ucapnya.

Dengan latar belakang tersebut, Prabowo menegaskan pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari jati diri dan panggilan sebagai anak bangsa.

"Jadi bisa dikatakan bahwa memang pencak silat itu bagian dari panggilan," ucapnya.

Pencak Silat Pernah Dilarang Penjajah

Prabowo juga mengungkap pencak silat dilarang oleh para penjajah di masanya. Aktivitas latihan bela diri tidak diperbolehkan dilakukan di pusat kota. Alhasil, para guru silat melatih murid-muridnya secara sembunyi-sembunyi di lokasi terpencil.

"Waktu itu pencak silat dilarang tidak boleh belajar pencak silat akhirnya pencak silat dilatih malam-malam oleh guru-guru kita malam-malam ya di bukit-bukit di gunung-gunung di suro-suro," tutur Prabowo.

"Makanya pencak silat itu sempat dianggap olahraga kampung karena penjajah di kota, dilarang. Jadi yang belajar pencak silat ya cari desa, cari kampung, cari gunung. Latihannya diam-diam, ilmunya diam-diam banyak ilmu yang enggak boleh dilihat," sambungnya.

Tapi kini, pencak silat menjadi identitas budaya bangsa, bahkan menjadi daya tarik negara lain. Ia menilai hal tersebut telah terbukti, di mana banyak negara datang ke Indonesia untuk mendalami pencak silat.

"Tapi kita tidak perlu juga terlalu obsesi, obsesi kita harus menjaga mutu kemurnian daripada pencak silat itu sendiri, kalau ilmunya murni, ilmunya kuat. Saudara-saudara dari mana-mana akan datang belajar, dan itu sudah terbukti dari banyak negara datang ke kita belajar," ujarnya.

Prabowo mencontohkan bagaimana negara-negara seperti Vietnam dan Thailand yang sebelumnya belajar dari Indonesia, kini mampu berkembang bahkan sempat mengungguli Indonesia dalam kompetisi. Ia tak masalah karena hal itu merupakan bagian dari risiko sekaligus tanggung jawab seorang guru.

"Kadang-kadang mereka belajar dan jadi hebat-hebat dan ini risiko seorang guru. Kita dulu yang melatih Vietnam, Thailand akhirnya mereka jadi hebat dan mereka pernah kalahkan kita, tidak apa apa karena itu adalah tugas seorang guru," ujarnya.

Pamit Tak Bisa Lagi Maju Ketum

Kini, Prabowo menyatakan diri tidak bisa lagi menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI usai menjabat 34 tahun. Ia pun meminta izin kepada keluarga besar PB IPSI untuk tidak kembali maju menjadi ketua umum.

"Kalau tidak salah sebagai wakil ketua umum empat periode, kemudian sebagai ketua umum lima periode. Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai ketua umum PB IPSI," katanya.

Prabowo mengatakan tugas yang diembannya sebagai Presiden RI begitu menyita waktu. Dia pun meminta maaf lantaran tidak terlalu aktif di PB IPSI.

"Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai ketua umum PB IPSI. Saya pun minta maaf beberapa saat ini bisa dikatakan sudah hampir tiga tahun saya tidak terlalu aktif di depan tetapi saya mendukung selalu dari belakang," ujarnya.

Prabowo menghadiri Munas ke-XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang digelar di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/3/2026).Prabowo menghadiri Munas ke-XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/3/2026). Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung IPSI dari belakang. Prabowo pun meminta maaf selama dirinya menjabat tidak bisa membawa pencak silat ke olimpiade.

"Dan saya siap terus, akan terus mendukung dengan jabatan ataupun tidak dengan jabatan, ya, seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir, dia pendekar, saudara-saudara," ujarnya.

Ketum Gerindra ini yakin penggantinya nanti akan membawa pencak silat ke kompetisi internasional. Ia berpesan para pengurus untuk mencari pengganti yang terbaik.

"Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf saya belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha, saya kira, saya yakin pengganti saya nanti akan, akan berhasil membawa ke Olimpiade. Saya yakin. Saya tidak tahu apa sudah ada bayangan siapa yang Saudara akan pilih sebagai pengganti saya. Saya sarankan coba dicari calon yang terbaik," lanjutnya.

Tonton juga video "Momen Prabowo Hadiri Munas XVI PB IPSI di JCC"

Halaman 3 dari 3
(eva/maa)


Berita Terkait