Buruh Yogya Tuntut Kenaikan Upah

Buruh Yogya Tuntut Kenaikan Upah

- detikNews
Selasa, 23 Okt 2007 12:13 WIB
Yogyakarta - Puluhan buruh yang bergabung Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) menggelar aksi menuntut kenaikan upah. Upah minimum provinsi (UMP) DIY dinilai paling rendah dibandingkan daerah lain.Aksi para buruh itu digelar di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY di Ringroad Utara Maguwoharjo Sleman, Selasa (23/10/2007).Koordinator aksi ABY, Tigan Solin dalm orasinya mengatakan, tahun 2007 upah buruh di DIY sangat rendah, yakni sekitar Rp 500 ribu per bulan. Sementara itu kenaikan harga-harga kebutuhan semakin tak terkendali. Akibatnya kesejahteraan buruh tak terpenuhi."Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak keluarga buruh yang harus berhutang di sana-sini," katanya.Tigan mengatakan UMP DIY lebih rendah dibanding kabupaten tetangga, seperti Magelang dan Klaten. Karena itu ABY menuntut upah buruh DIY tahun 2008 dinaikkan menjadi Rp 740 ribu per bulan. Menurut Tigan, kenaikan upah buruh sudah menjadi keharusan. Tidak ada alasan bagi pemerintah provinsi DIY, wakil dewan pengupahan DIY dan wakil pengusaha untuk tidak menaikkan upah buruh pada tahun 2008 nanti."Kami menuntut dewan pengupahan DIY untuk menaikkan upah buruh di DIY hingga Rp 740 ribu. Upah sebesar itu sangat realistis karena kami juga sudah melakukan penghitungan sendiri," katanya. Aksi para pekerja DIY itu juga dipenuhi poster serta bendera federasi serikat pekerja yang ikut berunjuk rasa. Poster dan spanduk itu antara lain bertuliskan 'Upah DIY Harus Lebih Tinggi dari Klaten, Magelang dan Purworejo', 'Upah Jangan Lebih Rendah dari Jateng', 'Ingat, UMP Yogya Terendah di dunia', serta 'Rp 740 Ribu Adalah Riil bagi Kami'. (bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads