Menko Kesra: Tak Ada Toleransi di KRB I Gunung Kelud
Selasa, 23 Okt 2007 11:42 WIB
Surabaya -
Menko Kesra Aburizal Bakrie mengunjungi lokasi pengungsian warga Gunung Kelud di Desa Segaran, Kecamatan Wates. Saat berkunjung Ichal, sebutan Aburizal Bakrie memerintahkan warga Gunung Kelud yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) I segera mengungsi."Zero tolerance bagi warga di KRB I. Saya minta warga tidak mengorbankan keselamatan dirinya, segera mengungsi," kata Ichal, usai mendapatkan paparan rencana penanganan bencana letusan Gunung Kelud dari Satlak PB Kabupaten Kediri.Dalam kunjungannya bersama Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Ichal didampingi juga Ketua Pelaksana Harian (Kalahar) Badan SAR Nasional (Basarnas) Syamsul Ma'arif tersebut, meminta kepada masyarakat yang masih bertahan di KRB segera meninggalkan pemukimannya.Ichal dan rombongan yang datang pada pukul 09.30 WIB tersebut juga menanyakan pemberitaan di beberapa media nasional yang menyebutkan masih ditemukannya beberapa kekurangan dalam penanganan pengungsi oleh Satlak PB."Saya baca di salah satu media nasional, yang menyebutkan masih adanya beberapa kekurangan terutama pada pelayanan kesehatan dan logistik, bagaimana itu," tanya Ichal Dandim 0809 Kediri, Letkol Endy Servandi.Menanggapi hal tersebut, Endy menyebutkan sebenarnya pelayanan sudah dilakukan secara maksimal. Namun dia mengakui masih adanya kekurangan dan menyebut media selalu tidak berpihak kepada Satlak dalam pemberitaanya."Sebenarnya yang baik banyak, tapi justru yang jelek tapi sedikit itu yang diekspos. Media memang selalu tidak berpihak pada kita," kata Endy Servandi.Mendapat penjelasan seperti itu, Menko Kesra meminta Satlak PB tetap bekerja maksimal dengan tidak memperhatikan penulisan di media.Ichal sempat menanyakan persiapan Satlak PB dalam menyambut kedatangan Presiden SBY besok hari. Ichal meminta Satlak dapat memberikan penjelasan secara detail mengenai penanganan pengungsi secara real time, bukan secara akumulatif.Seusai mendapatkan paparan, Ichal menyempatkan diri mengunjungi lokasi pengungsian.Dalam kesempatan tersebut, Ichal mendapatkan pernyatan dari pengungsi yang mengejutkan, yaitu tidak adanya bantuan uang bagi pengungsi."Anak-anak pak jajannya nggak bisa dibendung. Kenapa tidak ada bantuan uang," tanya salah satu pengungsi kepada Ichal.Menanggapi pertanyaan pengungsi, Ichal meminta kepada pengungsi agar dalam keadaan seperti ini lebih prihatin dan tetap tabah. "Beri pengertian kepada anak-anak, sekarang bukan saatnya untuk jajan," timpal Ichal.Berita selengkapnya mengenai perkembangan aktivitas Gunung Kelud bisa dibaca di www.detiksurabaya.com
(mar/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































