Hatta: Tidak Ada Tekanan Politik

\'Vonis\' Syamsul Rahasia

Hatta: Tidak Ada Tekanan Politik

- detikNews
Selasa, 23 Okt 2007 11:32 WIB
Jakarta - Seluruh peserta rapat kabinet terbatas memutuskan 'vonis' bagi Syamsul Bahri pagi ini sepakat tutup mulut. Tapi mereka menolak bila disebut merahasiakannya karena terkait tekanan kepentingan politis tertentu. "Tidak ada tekan-menekan. Bahwa begitu banyak concern masyarakat, itu baik dalam demokrasi," sahut Mensesneg Hatta Rajasa yang dicegat di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (23/10/2007). Menurutnya, pemerintah dalam merumuskan keputusan apakah Syamsul ikut pelantikan sebagai anggota KPU 2007-2011 bersama enam calon lainnya memerhatikan berbagai konsideran. Tidak hanya permintaan penundaan dari bersangkutan terkait status sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. "Nggak bisa kita melihatnya hanya dari satu sisi. Banyak sekali yang harus kita pertimbangkan. Makanya ada komunikasi dengan DPR, pimpinan DPR, pertimbangan jaksa agung dan menkum. Ada masukan dari masyarakat dan Wantimpres," papar Hatta. Lebih lanjut Mensesneg melihat polemik hukum peresmian calon anggota KPU merupakan pelajaran bagi proses seleksi anggota lembaga tinggi negara di masa selanjutnya. Semua pihak harus benar-benar terbuka di setiap tahap seleksi. "Kita jadikan ini modal ke depan nanti. Bahwa melakuka proses seleksi perlu keterbukaan. Tidak hanya dari panitianya, tapi juga orang-orang yang diseleksi juga harus terbuka. Jejak rekam itu publik banyak memberikan masukan," ujarnya. (lh/nrl)


Berita Terkait