Jual Tampang Bisa Jadi Presiden

Jual Tampang Bisa Jadi Presiden

- detikNews
Selasa, 23 Okt 2007 11:04 WIB
Chicago - 'Kesan pertama, begitu menggoda'. Slogan itu ternyata tidak hanya berlaku dalam dunia percintaan, tapi juga politik. Penelitian membuktikan, tampang menjadi faktor utama pemilih mencoblos dalam pemilu. Bahkan dengan tampang bisa-bisa jadi presiden.Penemuan menarik ini muncul dari penelitian kecil sejumlah psikolog di Universitas Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Hasil penelitian yang dilansir AFP, Selasa (23/10/2007), itu menemukan kesan pertama berperan penting dalam pertarungan politik.Kompetensi adalah yang dicari para pemilih dari seorang kandidat, namun ternyata kompetensi itu secara tak sadar diputuskan hanya dalam sepersepuluh detik melihat wajah sang kandidat.Bagaimana membuktikan itu? Para peneliti kemudian menunjukkan serangkaian foto ke sebuah kelompok mahasiswa. Para mahasiswa disuruh untuk menilai, mana wajah yang sepertinya paling kompeten.Berdasarkan pendekatan cepat, para mahasiswa itu berhasil memprediksi sekitar 70 persen pemenang kursi senator AS dan gubernur negara bagian dalam Pemilu AS 2006 lalu."Kami tak pernah mengungkapkan pada responden bahwa mereka telah melihat kandidat untuk posisi politik. Kami hanya meminta mereka membuat respons cepat untuk wajah-wajah yang tak dikenal, mana yang lebih kompeten," kata Alexander Todorov, asisten profesor psikologi dan urusan publik Universitas Princeton."Penemuan itu membuktikan, bahwa penilaian cepat dan tanpa sadar berdasarkan wajah calon dapat mempengaruhi pilihan mencoblos," kata Todorov.Untuk memperkuat hasil penelitian, eksperimen itu diulang sampai 3 kali dengan memvariasikan jumlah waktu mahasiswa melakukan penilaian terhadap dua foto dalam sepersepuluh detik.Pada eksperimen ketiga, para peneliti menyuruh para mahasiswa subjek penelitian melihat foto dua kandidat yang bertarung dalam Pemilu AS 2006 lalu. Jika subjek penelitian mengenali satu atau kedua foto, hasil penilaian mereka dihapuskan dari data penelitian.Dua minggu setelah penelitian, pemilu digelar. Lalu peneliti membandingkan 'prediksi' para mahasiswa itu dengan hasil pemilu.Menakjubkan, para mahasiswa memilih 'muka yang kompeten' mencapai 72,4 persen dari pemenang kursi senat dan hampir 69 persen untuk kursi gubernur."Artinya, dengan melihat cepat dua foto, Anda bisa memprediksi siapa yang menang," ujar Todorov."Pemilih ternyata tidak rasional. Mungkin kita harus memahami itu ketika kita memilih politisi," imbuh Todorov yang hasil penelitiannya ini muncul dalam notulensi Akademi Sains Nasional AS.Ilmuwan politik dari Massachusetts Institute of Technology, Chappel Lawson, berpendapat penelitian menunjukkan pentingnya penampilan visual seorang politisi dibandingkan omongan atau pidato kebijakan."Ilmuwan politik telah menghabiskan waktu 50 tahun untuk mendokumentasikan efek sederhana media dalam perilaku pemilih, namun penelitian Todorov dan rekan-rekan ini telah membuktikan para ilmuwan politik telah mencari di tempat yang salah," komentar Lawson."Kebanyakan studi-studi sebelumnya berdasarkan transkrip atau catatan tercetak dari apa kata media, namun kurang perhatian terhadap penampilan visual," imbuh Lawson.Jadi, jika Anda ingin menjadi politisi yang sukses, perbaiki penampilan Anda. Buatlah kesan pertama begitu menggoda. Hmmm... (aba/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads