Polri Jamin Rekrutmen Akpol-Bintara Bersih dan Transparan, Diawasi Eksternal

Polri Jamin Rekrutmen Akpol-Bintara Bersih dan Transparan, Diawasi Eksternal

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 10 Apr 2026 18:37 WIB
Wairwasum Polri Irjen Merdisyam di Polda Metro Jaya
Foto: Wildan/detikcom
Jakarta - Polri menegaskan proses rekrutmen calon Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama tahun 2026 akan berjalan transparan. Polri menyebut proses seleksi diawasi langsung oleh pihak eksternal.

"Jadi kehadiran kami di sini melaksanakan fungsi pengawasan penerimaan rekrutmen anggota Polri dengan prinsip 'BETAH', yaitu kita membuka atau transparan secara seluas-luasnya, membuka pelaksanaan ini berlangsung dengan bersih, transparan, dan akuntabel, serta juga humanis," kata Wairwasum Polri Irjen Merdisyam di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2026).

Merdisyam menegaskan pelaksana rekrutmen Polri mulai dari pendaftaran, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga berbagai tes lainnya dilakukan terbuka. Hasil dari setiap tahapan akan langsung diumumkan.

"Peserta melaksanakan kegiatan dengan sistem one day service, hasil langsung diketahui dan diumumkan. Jadi ini menutup celah adanya permainan-permainan atau ketidakterbukaan yang selama ini mungkin dicurigai atau juga dianggap kita ini tidak terbuka," ujarnya.

Dia menyebut proses rekrutmen Polri diawasi langsung oleh lembaga pengawas, termasuk dari eksternal kepolisian salah satunya Kompolnas. Polri menjamin transparansi dan memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Selain daripada Kompolnas, juga melibatkan pengawas eksternal lainnya, ya kita seperti melibatkan Dukcapil, kemudian juga IDI, kemudian juga dari psikologi, dan juga dari universitas dan LSM lainnya," ucapnya.

Kompolnas Minta Warga Lapor

Ketua Harian Kompolnas, Arief Wicaksono Sudiutomo, meminta masyarakat ikut sama-sama mengawasi proses rekrutmen Polri. Dia meminta masyarakat melapor jika ada keluhan.

"Sekarang sudah era keterbukaan seperti tadi sudah disebutkan. Jadi dalam hal disiapkan beberapa media platform yang untuk bisa diakses oleh masyarakat langsung, baik sebagai orang tua, keluarga, ataupun orang tua daripada adik-adik, anak-anak kita yang akan mengikuti seleksi level Tamtama, Bintara, maupun level Perwira atau Akpol," kata Arief.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas Choirul Anam (Cak Anam) mengimbau masyarakat agar tak percaya janji-janji oknum tak bertanggung jawab yang menawarkan masuk ke instansi Polri. Dia meminta masyarakat mengikuti semua proses rekrutmen resmi yang diselenggarakan Polri.

"Kalau ada orang mengatakan bahwa, ya, ada yang bisa menjamin lolos, ada yang bisa menjamin A, B, C, D, terus minta duit dan lain sebagainya, jangan pernah percaya. Kenapa enggak boleh percaya? Karena mekanisme yang dibikin oleh rekan-rekan kepolisian susah untuk ditembus," ucap Anam.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam (Cak Anam)Komisioner Kompolnas Choirul Anam (Cak Anam) (Wildan/detikcom)

Dia mewanti-wanti masyarakat yang mendapati praktik curang oknum tertentu untuk melaporkan hal tersebut. Anam juga berpesan kepada para calon taruna agar mempersiapkan diri dengan baik.

"Kalau Anda semua, keluarga, peserta seleksi, masyarakat dan lain sebagainya, mendengar, melihat, atau bahkan terlibat langsung dalam proses kecurangan, laporkan! Laporkan kepada kepolisian, minimal laporkan kepada Propam, kepada Itwasda kalau di daerah, kepada Kompolnas monggo, sama Itwasum kalau di pusat," ujar Anam.

"Jadi kami mengajak seluruh masyarakat untuk juga bagian dari pengawasan. Kalau ada yang melakukan kecurangan dan lain sebagainya, apa pun bentuk kecurangannya silakan laporkan," imbuhnya.

Tonton juga video "Tekan Angka Laka Lantas, Kakorlantas Resmikan SDC Polda Kalsel"

(wnv/fas)



Berita Terkait