Jurnalis Juga Korban Geng Motor Bandung
Selasa, 23 Okt 2007 08:11 WIB
Bandung - Korban aksi brutal geng motor bisa berasal dari kalangan mana saja. Tukang tambal ban, mahasiswa, bahkan wartawan pun bisa menjadi korban. Agustus tahun lalu, Agus Rakasiwi, wartawan Pikiran Rakyat, menjadi korban kekerasan anggota geng motor. Dia kena tusuk bagian dada kanan. Hingga saat ini, polisi belum berhasil menciduk satu pun pelaku.Berdasarkan penuturan Agus, Jumat dini hari (4/8/2006), dia tengah melintas di Jalan Setiabudhi, Bandung. Dia diikuti oleh dua sepeda motor bebek. Sekitar 100 meter sebelum pertigaan Jalan Setiabudhi - Jalan Cihampelas, tiba-tiba salah satu dari pelaku memepetkan motornya sambil berusaha merebut kunci motor Agus. Melihat hal itu, Agus membanting setang motornya ke arah kiri sambil kakinya berusaha menendang bagian belakang motor si pelaku. Namun tendangan Agus meleset. Bahkan, salah seorang pelaku membalas dengan menendang ban depan motor Agus. Akibatnya, motor Agus oleng dan menabrak trotoar di sebelah kiri jalan. "Saya dan kawan saya terlempar dari sadel motor," katanya yang saat itu tengah membonceng kawan perempuannya. Dua sepeda motor pelaku berhenti, dan dua pelaku yang duduk di belakang mendekati Agus. Sempat terjadi adu mulut antara Agus dengan para pelaku. "Tiba-tiba mereka mengeluarkan pisau dari balik baju mereka dan menusuk saya," katanya. Agus yang berusaha menahan serangan itu, akhirnya mengalami luka di dada sebelah kanan karena tusukan. Menurut Agus, para pelaku sempat meminta handphone, dompet dan tas pinggang yang dipakainya. Bahkan mereka pun akan mengambil sepeda motornya. Agus tak kalah gertak. Dia kemudian berteriak meminta tolong. Sejumlah warga yang mendengar teriakannya langsung berdatangan. Para pelaku akhirnya melarikan diri. Agus kemudian dilarikan ke UGD RS Advent. Kasus ini langsung dilaporkan ke Polwilatabes Bandung. "Sampai saat ini belum terungkap siapa pelakunya oleh polisi. Mungkin karena keterbatasan informasi. Karena saya sendiri lupa nopol motor mereka," ujarnya kepada detikcom, Senin (22/10/2007).Meski belum ada satu pun pelaku yang berhasil diciduk, Agus mengaku telah mengetahui salah satu dari pelaku. "Dia masih SMA. Umurnya paling 16 tahun," ungkapnya. Terungkapnya satu pelaku itu, kata dia, merupakan hasil penelusuran teman-temannya yang mempunyai akses ke beberapa kelompok geng motor di Bandung. "Pas ketemu, saya kasih "ospek" sedikit, hehe. Tapi jauh dari apa yang dia lakukan pada saya," pungkas Agus. Ingin berdiskusi tentang geng motor? Cukup klik di detikforum.
(ern/nrl)











































