Aksi Brutal Geng Bandung Motor Sepanjang Tahun 2007

Aksi Brutal Geng Bandung Motor Sepanjang Tahun 2007

- detikNews
Selasa, 23 Okt 2007 08:00 WIB
Bandung - Aksi brutal geng motor di Cirebon pada Minggu (21/10/2007) yang melukai enam orang, ternyata bukanlah aksi pertama yang dilakukan mereka pada tahun ini. Setidaknya ada 10 aksi brutal geng motor di wilayah Bandung yang memakan banyak korban, satu di antaranya tewas. Kasatreskrim Polresta Bandung Tengah AKP Andree Ghama saat ditemui detikcom di ruang kerjanya di Mapolresta Bandung Tengah, Jalan Ahmad Yani, Senin (22/10/2007), mengungkapkan sejak Desember 2006 hingga Juli 2007 tercatat ada enam aksi kekerasan geng motor. "Semua kasusnya sudah kami limpahkan ke kejaksaan. Mereka sudah masuk pengadilan dan divonis," ujar Andree. Menurutnya, modus kekerasan yang dilakukan oleh para geng motor ini, adalah menyerang orang yang tidak dikenal yang sedang duduk-duduk atau nongkrong di pinggir jalan. Atau memepet motor korban yang sedang berjalan. "Mereka mengambil apa pun barang milik korban, dari mulai topi, helm, dompet, hingga HP. Malah di antaranya sambil melarikan motor korban. Tidak hanya itu, para geng motor ini pun melukai korban," ujarnya. Berdasarkan catatan Satreskrim Polresta Bandung Tengah, terdapat enam kasus yang modusnya serupa dengan yang di atas, yaitu pada 31 Desember 2006 dengan pelaku 5 orang dari geng motor Exalt to Coitus (XTC), 1 April 2007 dengan melibatkan sebelas anggota geng motor XTC, 13 Mei, seorang tukang tambal ban di Jalan Supratman luka bacok bagian muka dan punggung oleh puluhan anggota geng motor, mereka juga merusak sebuah toko. Polisi mengamankan tiga orang yang berasal dari geng motor XTC. Kemudian pada hari yang sama yaitu tanggal 13 Mei juga di lokasi lain delapan anggota geng motor XTC diciduk karena aksi brutal mereka memepet dan memukul pengendara motor. 15 Juni 2007, dua anggota XTC ditangkap polisi karena melakukan penganiayaan terhadap dua pengendara lain. Terakhir pada 22 Juli 2007, segerombolan anggota geng motor menganiaya pengendara lain dan melarikan sepeda motornya. "Kasus yang terakhir masih dalam penyidikan. Jadi jumlahnya ada enam," ujarnya. Namun berdasarkan data pemberitaan dari media cetak lokal, masih ada empat aksi brutal geng motor lagi, yaitu terjadi pada 11 Agustus 2007, sekitar pukul 22.00 WIB geng motor beraksi di Jalan Gasibu Mini, Antapani Tengah. Akibatnya empat orang mengalami luka bacok, jari seorang di antaranya putus. Pada malam yang sama di tempat lain, Sandy Akbar alias Tile (17) meregang nyawa setelah dikeroyok puluhan anggota geng motor di Jalan Saturnus Komplek Margahayu Raya Bandung. Tile tewas dengan luka parah bagian kepala akibat tebasan samurai. Kemudian dini hari 2 September 2007, geng motor berjumlah 30 orang mengeroyok belasan orang yang sedang nongkrong menikmati pemandangan Kota Bandung di jembatan layang Pasupati. Satu korban luka parah akibat dibacok. Dua orang tersangka ditahan, dimana salah satu tersangka pernah mengalami hukuman masa percobaan dalam kasus yang sama. Terakhir, pada 18 September 2007 pukul 02.00 WIB, geng motor mengeroyok dan melukai Suharya (24) di tikungan jembatan pasupati. Akibatnya, korban mengalami luka sayatan di kepala dan motor miliknya dibawa lari. Untuk kasus kematian I Putu Ogik pada Minggu (15/10/2007) malam lalu oleh sekelompok pengendara motor, Kasatraeskrim Polresta Bandung Tengah AKP Andree Ghama mengaku masih dalam penyelidikan. Dia membantah pelakunya geng motor. Ingin berdiskusi tentang geng motor? Cukup klik di detikforum. (ern/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads