Pekan pertama penerapan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) setiap Jumat dimulai hari ini. Namun tampak masih banyak pergerakan pekerja menuju kantor di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Pantauan detikcom di Stasiun Sudirman, Jumat (10/4/2026) pukul 09.00 WIB, kawasan stasiun masih tampak padat. Para pekerja berdatangan dari segala arah menuju ke kantor masing-masing.
Peron Stasiun Sudirman seketika ramai saat kereta dari arah Manggarai maupun Tangerang tiba. Beberapa penumpang KRL bahkan tampak berjalan cepat untuk keluar dari stasiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pekerja bernama Ibrahim mengatakan kantornya, yang bergerak di bidang taman bermain, belum menerapkan kebijakan WFH setiap Jumat. Menurutnya, bidang yang digelutinya banyak membutuhkan tenaga di lapangan.
Kawasan Stasiun Sudirman tampak masih padat pergerakan pekerja (Taufiq/detikcom) |
"Itu dia, kalau saya belum (WFH). Kalau kerjanya di lapangan, mungkin susah ya," kata Ibrahim saat ditemui di Stasiun Sudirman.
Meski begitu, Ibrahim punya keinginan agar kebijakan pemerintah mengenai WFH untuk ASN dan pekerja swasta itu bisa diterapkan. Kata dia, semisal dirinya sedang bekerja di balik meja, lebih baik diizinkan untuk WFH saja.
"Sebetulnya tergantung pekerjaannya, kan? Kalau saya mungkin lebih banyak megang data, ya udah, itu kan bisa fleksibel, saya di rumah, inginnya gitu. Tapi kadang saya diminta ke lapangan juga," ucapnya.
Pekerja lainnya, Zico (37), mengatakan belum ada kabar kebijakan WFH di kantornya sampai hari ini. Zico mengatakan pekerjaan di bidang jasa keuangan tidak mudah untuk menerapkan kebijakan WFH.
"Kalau saya belum lihat ya, tapi saya nggak tahu ke depan. Tapi saya belum lihat itu akan diterapkan kalau di jasa keuangan. Karena yang kayak gitu-gitu kan, itu kan sektor yang kritikal ya. Makanya waktu di COVID pun juga beberapa sektor itu jadi pengecualian kan," kata Zico.
Pekan pertama penerapan kebijakan WFH setiap Jumat dimulai hari ini. Namun pergerakan pekerja menuju kantor tampak masih banyak di kawasan Sudirman, Jakpus. (Taufiq/detikcom) |
Dia merasa tak keberatan bila sektor yang digelutinya tidak menerapkan WFH. Menurutnya, sejak memilih karier tersebut, tahu akan risiko dan konsekuensinya.
"Ya kita bekerja sesuaikan di mana tempat kerja saat ini. Hari-hari gini tuh harus lebih adaptif sajalah gitu," katanya.
Seperti diketahui, pemerintah menerapkan kebijakan WFH sebagai langkah efisiensi BBM di tengah konflik di Timur Tengah. Skema yang disiapkan memungkinkan pegawai bekerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan.
Simak juga Video 'Pramono Pastikan Pantau Produktivitas ASN yang WFH Tiap Jumat':
(tsy/jbr)












































